Puluhan dokter itu menggelar aksi di beberapa lokasi secara serentak, di antaranya di depan Pasar Gede, Perempatan Panggung, dan di Bundaran Gladag. Mereka berorasi mengingatkan warga mewaspadai penyakit stroke yang bisa menyerang siapapun. Selain itu mereka juga membagi-bagikan selebaran berisi himbauan untuk menjalani hidup sehat, tips menghindari serangan stroke maupun berbagai cara merawat anggota keluarga yang terkena stroke.
"Kami ini ingin mengingatkan kembali kepada warga masyarakat tentang bahaya serangan stroke yang bisa menyerang siapapun. Kami turu ke jalan langsung untuk terus mengingatkan dan membagikan selebaran yang berisi informasi soal penyakit stroke. Diharapkan muncul awarenes dari masyarakat terkait penyakit stroke," kata Koordinator aksi dr Pepi Budianto SpS, Kamis (29/10/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Pepi mengungkapkan bahwa hingga saat ini serangan stroke dan jantung masih menduduki posisi peringkat satu dan dua penyakit paling mematikan di dunia. Berangkat dari fakta itulah dia mengajak seluruh pihak untuk memberikan perhatian khusus terhadap kedua penyakit tersebut. Diharapkan semakin banyak sosialisasi oleh semua pihak akan semakin besar perhatian warga untuk melakukan pencegahan penyakit itu.
"Gejala awal stroke muncul seperti adanya gejala kesemutan, wajah perot, lumpuh separuh, bicara pelo. Jika ada gejala seperti itu harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara tepat dan cepat. Pasien stroke akan efektif mendapatkan penanganan terapi pemberian trombolisis sebelum 4,5 jam dari awal serangan stroke," lanjutnya.
Baca juga: Pekerjaan Apa Sih yang Rentan Picu Stroke? (mbr/up)












































