Tenaga Kesehatan Berisiko Tularkan Penyakit, Vaksin Tak Boleh Dilewatkan

Tenaga Kesehatan Berisiko Tularkan Penyakit, Vaksin Tak Boleh Dilewatkan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 29 Okt 2015 20:00 WIB
Tenaga Kesehatan Berisiko Tularkan Penyakit, Vaksin Tak Boleh Dilewatkan
Foto: thinkstock
Jakarta - Vaksinasi influenza sangat penting diberikan kepada orang dewasa, apalagi mereka yang bekerja di ranah kesehatan. Pakar mengatakan hukumnya wajib bagi tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksin, termasuk vaksin influenza.

Prof Dr dr Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa mengatakan vaksinasi untuk tenaga kesehatan menjadi penting karena beberapa alasan. Pertama, tenaga kesehatan berpotensi besar menularkan penyakit.

Kedua, adalah tugas tenaga kesehatan untuk mengampanyekan pentingnya vaksinasi bagi orang dewasa. Jika tenaga kesehatan saja tidak melakukan vaksinasi, bagaimana mereka bisa memberi contoh kepada masyarakat?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Vaksinasi Influenza untuk Karyawan Turunkan Izin Sakit Hingga 78 Persen

"Kalau tenaga kesehatan kena flu, lalu dia menangani pasien penyakit kronis seperti kanker misalnya. Kan nanti pasien bisa tertular dan bisa menimbulkan komplikasi lainnya," ungkap Prof Samsu, dalam temu media di Hotel Ibis Cawang, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Kamis (29/10/2015).

Sayangnya, angka tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi masih sangat sedikit di Indonesia. Data yang dimiliki Prof Samsu menyebut hanya ada kurang lebih 10 persen tenaga kesehatan yang sudah mendapat vaksinasi influenza.

Angka ini tentunya sangat jauh dibandingkan dengan negara-negara lain. Di Korea dan Taiwan, 80 hingga 90 persen tenaga kesehatan sudah mendapatkan vaksin influenza. Sementara di Singapura, 39 persen tenaga kesehatan mereka sudah mendapat vaksinasi influenza.

"Di sini doker yang terserang influenza mungkin masih masuk ya, masih praktek. Ini sebagai dedikasi kepada pasien. Tapi kalau pasiennya malah tertular penyakit dari dokter tentunya merugikan pasien," tandasnya.

Solusinya, perlu ada peningkatakan pemahaman seputar pentingnya vaksin untuk orang dewasa. Tidak lupa pula ketersediaan vaksin harus terjamin. Terakhir, perlu ada kesadaran dari dokter dan tenaga kesehatan lain untuk mengampanyekan vaksinasi bagi orang dewasa.

"Jadi kalau semua orang sudah sadar perlu vaksin, secara otomatis vaksin akan lebih mudah didapat. Kayak pulsa saja. Semua orang pakai handphone, tukang pulsa ada di mana-mana," pungkasnya.

Baca juga: Jelang Musim Hujan, Dokter Sarankan Vaksinasi Influenza

(mrs/vit)

Berita Terkait