"Seseorang yang memiliki jam tidur pendek harus menyadari berkembangnya risiko sindrom metabolik yang dapat meningkatkan risiko mereka terhadap penyakit kronis," kata dr Jang Young Kim, peneliti utama dari Universitas Yonsei, Korea Selatan, dikutip dari Reuters, Jumat (30/10/15).
Baca Juga: Kurang Tidur dan Dampaknya Bagi Kesehatan Mental
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu kekurangan dari penelitian ini adalah ketergantungan pada peserta untuk mengingat secara akurat serta melaporkan kebiasaan tidur mereka, kondisi medis dan gaya hidup. Tetapi tidak memiliki data mengenai kualitas tidur.
Baca Juga: Sering Mimpi Buruk Setelah Mengalami Trauma, Tandanya Anda Butuh Bantuan
Namun menurut Kristen Knutson, peneliti tidur di Universitas Chicago, hasil ini selaras dengan studi lain. "Kekuatan dari penelitian adalah terdapat studi prospektif yang berarti tidur singkat dapat dikaitkan dengan perkembangan sindrom metabolik," ujar Knuston.
"Dengan mengadopsi gaya hidup sehat, seperti menjaga pola tidur, diet sehat, dan cukup berolahraga akan sangat bermanfaat untuk kesehatan anda," lanjutnya.
Untuk menghindari efek buruk dari kurang tidur, seseorang dianjurkan untuk memiliki waktu yang cukup untuk istirahat dan menjaga pola hidup sehat. Beberapa hal yang mungkin tidak mungkin dikurangi waktunya seperti waktu bekerja atau sekolah, namun bisa mengurangi waktu menonton TV dengan tidur.
"Hingga saat ini hanya dengan gaya hidup sehat termasuk dengan jam tidur yang tepat, diet sehat dan olahraga yang dapat bermanfaat menjaga kesehatan Anda," tutup Knuston. (up/up)











































