Lauren sendiri memilih duduk di bagian atas bis demi bisa menikmati pemandangan kota. Namun tak disangka, kepalanya terantuk batang pohon, dan mengakibatkan kerusakan pada bola matanya. Bola mata kanan Lauren melorot ke bawah, sedangkan bola mata kirinya naik ke atas.
Untuk pengobatan, Lauren mengaku harus merogoh koceknya sendiri hingga menghabiskan 300.000 dollar AS (Rp 4,1 miliar).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itulah Lauren baru menyadari bahwa ada yang salah dengan kinerja perusahaan penyedia jasa tur tersebut. Insiden menyedihkan ini kemudian memotivasi Lauren untuk mengirimkan tuntutan hukum kepada Starlien Tours atas insiden yang dialaminya dua tahun lalu.
Dalam gugatannya, Lauren mengungkapkan ia dan penumpang lainnya tidak pernah mendapatkan arahan tentang keamanan ketika duduk di atap bis terbuka milik Starline. Bahkan menurut kesaksian Lauren, saat itu tak ada satupun personel Starline yang ditugaskan untuk mendampingi perjalanan mereka.
"Saat itu hampir semua penumpang mencoba menghindari batang dan ranting pohon di sepanjang jalan, dan saya berdiri di saat yang tidak tepat lalu terbentur batang pohon yang besar. Supirnya sendiri berkendara dengan kecepatan 72 km/jam," papar Lauren.
Baca juga: Perilaku Menyetir yang Buruk Sama Dengan Penyakit
Lauren menambahkan, ada penumpang lain yang juga cedera karenanya, meskipun hanya luka kecil. Dari informasi yang dikumpulkan Lauren, Mason mengalami insiden yang lebih tragis. Ia meninggal dunia akibat kepalanya terbentur jembatan penyeberangan, juga saat berdiri di atas atap.
"Mereka tidak melakukan hal apapun untuk mengantisipasi cedera-cedera seperti itu. Bahkan mereka seperti tidak tahu rute perjalanannya," timpal pengacara Lauren, Brian Kabateck.
Selain menuntut ganti rugi, Lauren berharap tuntutannya akan mengubah kebijakan Starline untuk meningkatkan keamanan pelanggan.
"Klien saya merasa Starline seharusnya melakukan perubahan pada manajemen keamanan mereka, tetapi dari kasus ini terlihat bahwa mereka tidak berubah dan akibatnya pemuda malang ini harus jadi korbannya," jelas Brian seperti dikutip dari KTLA.com, Jumat (30/10/2015).
Baca juga: Hati-hati, Helm Tak Sesuai Standar Bisa Menambah Risiko Cedera Leher (lll/up)











































