Para ahli matematika di Duke University tengah memikirkan satu cara untuk memprediksi pertumbuhan kanker. Cara matematis ini dibutuhkan karena dalam praktiknya mengukur pertumbuhan kanker secara nyata sangat sulit dilakukan.
Lebih dari 1 dari 3 orang di Amerika Serikat didiagnosis kanker pada titik tertentu dalam hidupnya. Prediksi yang akurat terkait pertumbuhan tumor diyakini menjadi kunci dalam menentukan dosis radiasi dan kemoterapi, termasuk menentukan terapi mana yang paling sesuai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Peneliti Ciptakan 'Granat Mini' untuk Hancurkan Kanker dari Dalam Tubuh
Sejumlah model matematika pernah diusulkan untuk keperluan tersebut. Tetapi manakah di antara model-model tersebut yang paling tepat, hingga kini masih menjadi pertanyaan terbuka.
"Pertumbuhan beberapa tumor berhenti atau melambat setelah mencapai ukuran tertentu, sedangkan yang lain tetap tumbuh," kata peneliti lain dari Duke University, Anne Talkington.
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan secara online di Bulletin of Mathematical Biology, Prof Durrett dan Talkington menggunakan pengukuran 2 titik waktu pada ukuran tumor. Biasanya menggunakan pengukuran angka maksimum yang tersedia sebelum pasien memulai pengobatan.
Untuk mengujinya, kedua peneliti ini membandingkan dengan data dari literatur tentang para pasien kanker. Hasilnya, tumor payudara dan hati tumbuh secara eksponensial, paling tidak saat ukurannya masih kecil. Oleh Talkington, pola ini diibaratkan seperti tabungan dengan suku bunga yang tetap.
Baca juga: Peduli Kesehatan, D'Masiv Dukung Kampanye Kanker Payudara (up/up)










































