5 Cara Mudah Kontrol Kadar Gula Darah

5 Cara Mudah Kontrol Kadar Gula Darah

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Rabu, 04 Nov 2015 17:35 WIB
5 Cara Mudah Kontrol Kadar Gula Darah
Foto: Thinkstock/MEHMETTAYLAN
Jakarta - Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan 21,3 juta masyarakat di Indonesia akan hidup dengan diabetes pada tahun 2030. Padahal diabetes bisa dicegah.

Saat ini masih banyak pasien diabetes yang belum mencapai hasil optimal sehingga mengalami komplikasi yang berujung kepada penurunan kualitas hidupnya. Berikut ini cara mudah untuk mengontrol kadar gula tubuh, seperti dirangkum detikHealth dan ditulis pada Kamis (4/11/2015):

Baca Juga: Diabetes Bukan Tak Boleh Makan Enak, Cukup Atur Pola Makan

1. Edukasi Tentang Diabetes

Foto: thinkstock
Edukasi tentang diabetes memang sebaiknya terus disampaikan tidak saja bagi pasien diabetes, tetapi juga pada semua orang. Dengan rajin mengikuti edukasi diabetes dapat membantu pasien diabetes lebih memahami  seluk beluk diabetes dan cara pencegahnnya.

"Kunci utamanya adalah perawatan keseharian (daily care) pasien. Oleh karena itu, pasien diabetes perlu mendapat diabetes self-management education (DSME) dan diabetes self-management support (DSMS). Tujuannya adalah mendukung penderita dalam mengambil keputusan, berperilaku peduli terhadap diri sendiri (self-care), memecahkan masalah, dan berkolaborasi aktif dengan  tim tenaga kerja demi tercapainya perbaikan klinis, status kesehatan, dan kualitas hidup," ujar dr Wismandari Wisnu, Sp. PD-KEMD, Staf Divisi Metabolik Endokrin FKUI/RSCM dalam acara 'Metode Terapi Diabetes Masa Depan dalam Penanganan dan Pencegahan Diabetes' yang digelar Divisi Metabolik Endokrin RSCM dan Accu-Chek di Hotel JW Marriot, Jl Dr Ide Anak Agung Gde Agung,Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

2. Rajin Olahraga

Foto: Thinkstock
Kurang olahraga akan meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti stroke, sindrom metabolik, atau diabetes tipe 2. Fungsi olahraga salah satunya yaitu untuk menurunkan kadar LDL atau kolestrol jahat dan meningkatkan kadar HDL atau kolestrol baik.

Untuk Anda yang menginginkan olahraga tetapi tidak memiliki waktu, cukup dengan melakukan olahraga 3-4 kali dalam seminggu selama 30 menit untuk mendapat hasil yang optimal.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Olahraga

3. Pengatur Pola Makan

Foto: thinkstock
Mulailah dengan membatasi makanan yang memiliki kandungan gula tinggi seperti nasi putih dan roti. Karena makanan itu akan memicu peningkatan kadar gula pada tubuh.

Sangat disarankan untuk mulai mengatur pola makan sesuai kebutuhan kalori dan gizi yang seimbang. Salah satu makanan yang dianjurkan adalah kayu manis karena kayu manis kaya akan kromium yang merupakan mineral yang meningkatkan efek insulin. Selain itu, kayu manis juga mengandung polifenol, antioksidan pelawan radikal bebas dan mampu menurunkan inflamasi, sehingga menjaga Anda dari diabetes dan penyakit jantung.

4. Aturan Minum Obat Penurun Gula Darah

Foto: REUTERS/Srdjan Zivulovic/
Apabila dengan aktivitas fisik dan mengatur pola makan masih belum berhasil untuk mengendalikan kadar gula anda, maka disarankan untuk mengikuti terapi yang diberikan oleh dokter. Terapi yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Cara ini mungkin tidak akan bekerja secara afektif apabila Anda mengonsumsi obat penurun gula darah  tetapi tidak menjaga pola makan dan gaya hidup. Karena walaupun rajin mengkonsumsi obat-obatan tetapi tidak mengurangi jumlah gula yang dikonsumsi pada tubuh Anda, akibatnya kadar gula tetap tidak akan stabil.

5. Rajin Pemeriksa Gula Darah

Foto: Thinkstock/
Pemeriksaan gula darah secara rutin sangat diperlukan oleh siapapun terutama yang memiliki risiko terkena diabetes. Karena dengan cara ini dapat mengontrol kadar glukosa dalam darah dan mencegah kadar glukosa terlalu rendah atau tinggi.

"Selain itu juga dapat membantu para pasien dalam menyesuaian asupan makanan, aktivitas fisik, dan dosis obat dalam mencapai kontrol glikemik," ujar dr Wismandari.

Idealnya pemeriksaan gula darah dilakukan di laboratorium sebanyak 2 kali yakni setelah berpuasa 8 jam dan sesudah makan. Namun pemeriksaan juga bisa dilakukan sendiri di rumah dengan alat-alat yang banyak dijual di pasaran dengan diambil kadar rata-rata.

Halaman 2 dari 6
Edukasi tentang diabetes memang sebaiknya terus disampaikan tidak saja bagi pasien diabetes, tetapi juga pada semua orang. Dengan rajin mengikuti edukasi diabetes dapat membantu pasien diabetes lebih memahami  seluk beluk diabetes dan cara pencegahnnya.

"Kunci utamanya adalah perawatan keseharian (daily care) pasien. Oleh karena itu, pasien diabetes perlu mendapat diabetes self-management education (DSME) dan diabetes self-management support (DSMS). Tujuannya adalah mendukung penderita dalam mengambil keputusan, berperilaku peduli terhadap diri sendiri (self-care), memecahkan masalah, dan berkolaborasi aktif dengan  tim tenaga kerja demi tercapainya perbaikan klinis, status kesehatan, dan kualitas hidup," ujar dr Wismandari Wisnu, Sp. PD-KEMD, Staf Divisi Metabolik Endokrin FKUI/RSCM dalam acara 'Metode Terapi Diabetes Masa Depan dalam Penanganan dan Pencegahan Diabetes' yang digelar Divisi Metabolik Endokrin RSCM dan Accu-Chek di Hotel JW Marriot, Jl Dr Ide Anak Agung Gde Agung,Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Kurang olahraga akan meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti stroke, sindrom metabolik, atau diabetes tipe 2. Fungsi olahraga salah satunya yaitu untuk menurunkan kadar LDL atau kolestrol jahat dan meningkatkan kadar HDL atau kolestrol baik.

Untuk Anda yang menginginkan olahraga tetapi tidak memiliki waktu, cukup dengan melakukan olahraga 3-4 kali dalam seminggu selama 30 menit untuk mendapat hasil yang optimal.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Olahraga

Mulailah dengan membatasi makanan yang memiliki kandungan gula tinggi seperti nasi putih dan roti. Karena makanan itu akan memicu peningkatan kadar gula pada tubuh.

Sangat disarankan untuk mulai mengatur pola makan sesuai kebutuhan kalori dan gizi yang seimbang. Salah satu makanan yang dianjurkan adalah kayu manis karena kayu manis kaya akan kromium yang merupakan mineral yang meningkatkan efek insulin. Selain itu, kayu manis juga mengandung polifenol, antioksidan pelawan radikal bebas dan mampu menurunkan inflamasi, sehingga menjaga Anda dari diabetes dan penyakit jantung.

Apabila dengan aktivitas fisik dan mengatur pola makan masih belum berhasil untuk mengendalikan kadar gula anda, maka disarankan untuk mengikuti terapi yang diberikan oleh dokter. Terapi yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Cara ini mungkin tidak akan bekerja secara afektif apabila Anda mengonsumsi obat penurun gula darah  tetapi tidak menjaga pola makan dan gaya hidup. Karena walaupun rajin mengkonsumsi obat-obatan tetapi tidak mengurangi jumlah gula yang dikonsumsi pada tubuh Anda, akibatnya kadar gula tetap tidak akan stabil.

Pemeriksaan gula darah secara rutin sangat diperlukan oleh siapapun terutama yang memiliki risiko terkena diabetes. Karena dengan cara ini dapat mengontrol kadar glukosa dalam darah dan mencegah kadar glukosa terlalu rendah atau tinggi.

"Selain itu juga dapat membantu para pasien dalam menyesuaian asupan makanan, aktivitas fisik, dan dosis obat dalam mencapai kontrol glikemik," ujar dr Wismandari.

Idealnya pemeriksaan gula darah dilakukan di laboratorium sebanyak 2 kali yakni setelah berpuasa 8 jam dan sesudah makan. Namun pemeriksaan juga bisa dilakukan sendiri di rumah dengan alat-alat yang banyak dijual di pasaran dengan diambil kadar rata-rata.

(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads