Dikatakan oleh Direktur RSUD Arjawinangun dr Ahmad Qoyyim, MARS, pihaknya memang sengaja mengembangkan klinik kesehatan jiwa. Hal tersebut didorong salah satunya karena masih banyak penyandang skizofrenia yang dipasung oleh keluarga sendiri dan tak mendapat pelayanan yang memadai.
Dengan satu dokter spesialis, satu psikolog klinis, satu dokter umum, dan 16 perawat klinik kesehatan jiwa memiliki kapasitas tampung sampai 32 tempat tidur. Selain itu ada juga program Relaps Prevention Center (RPC) yang bermanfaat untuk mengawasi pasien pulih agar tak kembali kambuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dr Ahmad, semua hal tersebut bisa dicapai berkat dukungan oleh semua pihak, terutama pemerintah daerah yang sigap mengucurkan dana lebih untuk pengembangan fasilitas.
"Kami ini bisa dibilang bonek (bocah nekat) yah. Kami waktu itu jalan aja dulu terus kita lakukan trial dan error," kata dr Ahmad kepada media pada konferensi pers di Arjawinangun, Rabu (4/11/2015).
"Kita paksa perawat yang baru masuk harus mau jadi perawat jiwa. Ruangan fasilitas diubah-ubah seadanya. Alhamdulillah ada jalan dipermudah," lanjutnya lagi.
Dengan perawatan yang tepat diharapkan masyarakat dengan kondisi jiwa di Cirebon dan sekitarnya dapat tertangani. dr Ahmad mengaku ia sangat tidak menginginkan melihat orang dengan keadaan kronis luntang-lantung di jalan tak mendapat perhatian.
"Saya secara pribadi tidak ingin banget enggak ada yang keluyuran telanjang di jalan-jalan," pungkasnya.
Baca juga: Kalau Alami Stres Seperti Ini, Dianjurkan untuk Konsultasi ke Ahli
(fds/vit)











































