"Aku mulai merasakan efek samping penyakit ini dan itu terasa sangat tidak nyaman. Tubuhku terasa sangat sakit, tulangku juga, dan ini rasanya sangat mengerikan. Penyakit akibat virus ini begitu menyakitkan karena aku merasakan sakit di sekujur tubuh sampai ke kaki," jelas Wesenberg.
Ketika terkena demam berdarah, Wesenberg bahkan sempat berpikir jika dirinya bakal meninggal. Sebab, di awal pemeriksaan, belum diketahui pasti penyakti tropis apa yang mendera Wesenberg. Selama enam hari pun ia harus dirawat di RS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Cara Melihat Tanda Awal Demam Berdarah
dr William Schaffner, pakar penyakit menular dari Vanderbilt University Medical Center, mengatakan sudah menjadi tugas pejabat kesehatan setempat untuk mencari cara guna menghentikan penyebaran wabah demam berdarah, sebelum menjadi wabah endemik di Hawaii.
"Orang-orang khawatir bahwa nyamuk lokal bisa menggigit orang-orang dengan demam berdarah dan kemudian menyebarkannya," kata dr Schaffner kepada ABC News, dan dikutip pada Kamis (5/11/2015).
dr Schaffner mengatakan kemungkinan penyakit demam berdarah ini dibawa oleh wisatawan yang terinfeksi saat berkunjung ke Hawaii. Kemudian, nyamuk yang menggigit orang tersebut menyebarkannya pada orang lain. Seperti diketahui, demam berdarah disebabkan oleh virus yang dapat menyebar dari nyamuk ke manusia.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat, terdapat 100 juta kasus demam berdarah tiap tahunnya di seluruh dunia. Gejala demam berdarah meliputi demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri hebat di belakang mata, nyeri sendi, nyeri pada otot dan tulang, serta ruam dan pendarahan ringan pada gusi atau hidung. Untuk penanganannya, pasien akan diberi perawatan pendukung untuk membantu mengatasi gejala.
Baca juga: Gejala Mirip Demam Berdarah, Waspadai Leukemia Pada Anak (rdn/vit)











































