Hal tersebut namun tampaknya punya dampak lebih terhadap masyarakat Afrika Selatan. Dalam sebuah studi yang dipublikasi di jurnal Early Human Development, peneliti menemukan ada peningkatan tajam kelahiran bayi laki-laki yang diduga karena efek piala dunia.
Masyarakat yang lebih rileks ketika piala dunia kemungkinan besar jadi lebih sering melakukan hubungan seksual sehingga memicu peningkatan rasio ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Piala dunia menyebabkan stres yang lebih sediki, orang-orang lebih senang. Sudah ada studi sebelumnya yang melihat orang-orang jadi punya suasana hati yang positif terhadap diri dan negaranya," ujar dr Gwinyai Masukume dari University of the Witwatersrand seperti dikutip dari BBC pada Senin (9/11/2015).
"Orang-orang juga kemungkinan jadi lebih sering melakukan hubungan seks saat piala dunia berlangsung. Sudah diketahui bahwa ketika seseorang sering melakukan hubungan seks, ada kecenderungan kemungkinan bayi laki-laki yang lahir lebih besar dibandingkan bayi perempuan," lanjur dr Gwinyai.
Studi menunjukkan bahwa sembilan bulan setelah piala dunia rasio bayi laki-laki yang lahir di Afrika selatan mencapai 0,5063, lebih tinggi dari angka rata-rata pada tahun 2003-2012 yang mencapai 0,5029. Ini artinya ada 1.088 ekstra bayi laki-laki lahir.
Mengapa bisa banyak bayi laki-laki yang lahir setelah piala dunia disebut peneliti mungkin karena kualitas sperma yang lebih baik saat itu. Selain itu faktor frekuensi bercinta dan angka kematian bayi yang rendah juga memiliki peran.
Baca juga: Penonton Piala Dunia di Afsel Dianjurkan Tes HIV (fds/up)











































