Apakah Paru-paru Hitam Benar-benar Ada?

Infografis

Apakah Paru-paru Hitam Benar-benar Ada?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 10 Nov 2015 15:03 WIB
Foto: thinkstock
Jakarta - Paru-paru hitam bukan sekedar mitos, meski keberadaannya memang kerap terabaikan. Kementerian Kesehatan RI menyebut para pekerja di tambang batu bara rentan terserang penyakit ini.

Dikenal juga dengan istilah coal workers pneumoconiosis, paru-paru hitam atau black lung disebabkan oleh paparan debu batu-bara selama bertahun-tahun. Debu yang antara lain terdiri dari karbon dan silika ini menumpuk di jaringan paru-paru, dan dalam jangka panjang akan merusaknya.

Debu batu bara bukan satu-satunya ancaman bagi para pekerja. Serat asbestos di industri kanvas rem, kapas di industri tekstil, serta debu silika pada keramik dan berbagai material bahan bangunan, juga bisa memicu kerusakan yang sama pada paru-paru.

Baca juga: Kemenkes: Pekerja Tambang Rentan Terserang Pneumoconiosis 

Di kalangan dokter, kelompok penyakit paru akibat paparan debu di lingkungan kerja dikenal dengan istilah pneumoconiosis. Jenisnya beragam, biasanya dinamakan sesuai debu penyebabnya, misalnya silikosis pada pekerja tambang gamping yang terpapar debu silika.



Proses sejak terpapar debu hingga muncul gejala butuh waktu bertahun-tahun, dan bahkan pada tahap awal seringkali tidak bergejala. Ini sebabnya, paru-paru hitam dan penyakit-penyakit pneumoconiosis lainnya sering tidak terdeteksi. Terkadang begitu muncul gejala, pasien sudah pensiun sehingga tidak lagi dikaitkan sebagai penyakit akibat kerja.



Pada pneumoconiosis, kerusakan jaringan paru bersifat irreversible alias tidak bisa dipulihkan kembali. Risiko terburuk ketika kerusakan sudah berlanjut adalah munculnya kanker paru yang mematikan. Oleh karenanya, pencegahan menjadi satu-satunya cara untuk menghindari risiko tersebut.

"Dianjurkan tiap tahun ada pemeriksaan pada pekerja yang berisiko," kata Ketua Kolegium Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia, Dr dr Dewi S Soemarko, MS, SpOk, baru-baru ini, seperti dikutip pada Selasa (10/11/2015).

Baca juga: Rajin-rajin Periksa! Kerja di Bengkel Juga Rentan Kena Pneumoconiosis 

Selain itu, industri diwajibkan untuk mengendalikan paparan debu pada para pekerjanya. Penggunaan alat pelindung berupa masker juga membantu menghalangi partikel debu yang terhirup oleh sistem pernapasan.





(up/vit)
Berita Terkait