Selasa, 10 Nov 2015 18:31 WIB

Psikiater: Bukan Zamannya Lagi Korban NAPZA Disuruh Nyapu dan Ngepel

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Beberapa panti rehabilitasi korban NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) memberikan hukuman dalam program rehabilitasi. Hal ini tak disetujui pakar.

Prof Dr dr Dadang Hawari, psikiater dari Madani Mental Health Care Foundation menyebut bahwa ada sebagian panti rehabilitasi yang menyuruh pasien untuk membersihkan gedung, menyapu hingga mengepel. Menurutnya metode ini tidak efektif dan sudah tidak digunakan di dunia modern.

Baca juga: Ilmuwan Kembangkan Tes Sidik Jari untuk Mendeteksi Pengguna Narkoba

"Memang pasien harus diajari supaya produktif tapi sudah bukan zamannya lagi disuruh nyapu dan ngepel. Produktif bisa dengan cara lain seperti main musik, olahraga atau diberikan bekal untuk prakarya," tutur Prof Dadang dalam talkshow di Kementerian Sosial, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2015).

Hal senada juga dikatakan Narendra Narotama, Ketua Ikatan Konselor Adiksi Indonesia. Menurutnya tidak akan efektif memberikan hukuman berupa menyapu dan mengepel bagi korban NAPZA di panti jika ia tak mengerti manfaatnya.

"Apa gunanya kalau disuruh nyapu, ngepel atau membereskan tempat tidur kalau dia nggak ngerti maknanya? Makanya yang harus diberikan pengertian adalah mengapa ia sampai disuruh melakukan hal itu," tukasnya.

Dalam 4 aspek rehabilitasi yang dianut oleh Prof Dadang yakni biologis (pengobatan), psikologis (dukungan keluarga), sosial (aktivitas) dan spiritual (agama), aktivitas fisik memang penting. Namun tidak dengan menyapu dan mengepel.

Ia menyebut bahwa akan lebih baik jika aktivitas sosial berupa olahraga, main musik atau seni yang lebih dikembangkan. Untuk orang tua, pemahaman soal sosial ini juga harus dipahami.

"Jadi bukan memasukkan anak ke panti rehabilitasi untuk dihukum. Saya tidak setuju kalau pemakai narkoba semua dipidana. Harus dibedakan antara pemakai, pengedar dan bandar. Banda dan pengedar dihukum, korbannya direhabilitasi," tegasnya.

Baca juga: 4 Aspek Ini Penting dalam Program Rehabilitasi Korban NAPZA

(mrs/vit)