Presenteeism merupakan kecenderungan untuk tetap masuk kerja meski kondisi kesehatan sedang menurun. Ini merupakan kebalikan dari absenteeism, yakni kecenderungan untuk sering bolos kerja. Tidak ada yang lebih baik, keduanya dianggap mengurangi produktivitas.
Penelitian terbaru di Journal of Occupational Health Psychology menyebut lingkungan tempat kerja menjadi alasan utama di balik presenteeism. Tuntutan kerja yang tinggi, stres, dan insecure dengan pekerjaannya, adalah beberapa alasan utama seorang karyawan tidak berani bolos meski sedang sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam kasus penyakitnya menular, persebaran penyakit di kalangan rekan kerja dan costumer maupun klien, menjadi perhatian nyata," kata Gary Johns dari Concordia University in Montreal yang melakukan penelitian tersebut, dikutip dari Reuters, Rabu (11/11/2015).
"Di sisi lain, jika penyakitnya tidak menular dan tidak melemahkan, ini mungkin menjadi penegasan bagi seseorang untuk pergi bekerja meski tidak benar-benar sehat," lanjut Johns.
Baca juga: Awas, Kelamaan Duduk di Kantor Bikin Gemuk dan Penyakitan
Bersama Mariella Miraglia, rekan sesama peneliti dari University of East Anglia, Johns menganalisis 61 penelitian terdahulu. Sebanyak 175.000 orang dari 30 negara terlibat dalam berbagai penelitian terkait kesehatan kerja tersebut.
Meski tidak ada perusahaan yang menghendaki pekerjanya untuk bolos, membiarkan mereka tetap masuk meski sedang tidak sehat juga bukan pilihan yang bijak. Selain kinerjanya tidak akan maksimal, risiko penularan penyakit seperti flu di lingkungan kantor juga perlu dipertimbangkan.
(up/up)











































