Para ilmuwan menyebut gerakan tersebut mirip seperti ular. Gerakan merayap di permukaan seperti yang diungkap oleh para ilmuwan tersebut disebut-sebut bisa meningkatkan kecepatan sperma hingga 50 persen saat meluncur.
Adalah Prof David Sinton dari University of Toronto yang mengungkap temuan ini melalui penelitian yang dilakukannya sejak 6 tahun lalu. Ia menyebut penelitiannya 'happy ending' karena membawa pemahaman baru tentang gerakan sperma yang selama ini tidak pernah terbayangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat sperma manusia berenang secara 2 dimensional, mereka bisa berenang sekitar 50 persen lebih cepat," kata Nosrati, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (11/11/2015).
Baca juga: Sperma Anda Termasuk Sehat atau Tidak? Coba Cek Ciri-cirinya
Temuan ini diharapkan bisa membantu para ilmuwan untuk menyeleksi sperma paling unggul, paling berkualitas untuk prosedur mengatasi gangguan kesuburan. Dalam terapi kesuburan, pemilihan sperma unggul termasuk faktor yang sangat menentukan keberhasilan.
Lebih dari 90 persen sperma yang dihasilkan laki-laki kurang subur mengalami cacat seperti kerusakan DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) atau ekor yang tidak sempurna. Cacat semacam itu berpengaruh pada gerakan sperma, dan mengurangi kelincahannya saat meluncur menuju sel telur.
Baca juga: Begini Caranya Menjaga Sperma Agar Tetap Sehat (up/up)











































