Kamis, 12 Nov 2015 15:03 WIB

Fokus di Layanan Primer, RS Pendidikan UI Depok Beroperasi Oktober 2016

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: AN Uyung Pramudiarja Foto: AN Uyung Pramudiarja
Jakarta - Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Indonesia (RSUI) di Depok, Jawa Barat telah mencapai 37 persen. Direncanakan mulai beroperasi pada Oktober 2016.

"Berbeda dengan RSCM (RS Cipto Mangunkusumo), RSUI nantinya akan difokuskan untuk layanan primer dan sekunder," kata Kepala RSUI, dr Julianto Wicaksono, SPOG(K), dalam temu media di Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia, Kamis (12/11/2015).

Lebih spesifik, dr Julianto menyebut bahwa layanan geriatri dan kesehatan ibu-anak akan menjadi unggulan di rumah sakit ini. Prioritas ini didasarkan pada pola penyakit di Kota Depok yang didominasi oleh penyakit-penyakit degeneratif.

Baca juga: Kemenkes: Dokter Layanan Primer Bisa Perkuat Fasyankes Primer 

Diungkap oleh dr Julianto, RSUI akan dilengkapi dengan ruang perawatan sebanyak 300 tempat tidur dengan alokasi 50 persen untuk pasien BPJS kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI). RSUI juga akan dilengkapi 20 ruang ICU (Intensive Care Unit), serta 20 NICU-PICU (Neonatus ICU dan Paediatric ICU).

Menempati lahan seluas 75.000 m2, gedung RSUI yang berlokasi di kompleks Rumpun Ilmu Kesehatan Kampus UI Depok ini didesain dengan konstruksi tahan gempa. "Gempa 9 Skala Richter pun tidak akan goyang," kata dr Julianto.

Pembangunan fisik RSUI dijadwalkan selesai pada September 2016 dan akan soft opening pada bulan berikutnya. Nilai investasi, seperti diungkap dr Julianto, mencapai Rp 889 miliar dengan alokasi Rp 750 miliar untuk pengadaan alat-alat kesehatan.

Baca juga: Ingin Jadi Rujukan Jantung dan Kanker, Ini Inovasi RSUP Dr Sardjito  (up/vit)
News Feed