Ketika racun yang diproduksi bakteri jahat tidak dikeluarkan, racun bisa tertinggal di usus dan menyebabkan kerusakan lebih parah. Hal tersebut disampaikan dr Nurul Itqiyah Hariadi, MD, FAAP dari Yayasan Orang Tua Peduli.
Nah, pada diare, hal yang paling ditakutkan adalah dehidrasi. Sehingg, ketika anak atau orang dewasa diare, penting untuk melihat asupan minum dan jika perlu beri oralit sebagai bentuk penanganan diare. Lantas, kapan pasien diare harus segera dibawa ke RS?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi lain yang mengharuskan pasien diare dibawa ke RS yakni ketika diare sudah disertai darah. Munculnya darah menandakan lapisan usus sudah tidak utuh lagi. Jika seperti itu apakah pasien juga langsung diberi antibiotik?
Baca juga: Jangan Asal Beri Oralit, Kenali Juga Derajat Dehidrasi Saat Anak Diare
"Belum tentu kalau masalahnya kekurangan cairan, bisa diberi tambahan cairan melalui infus misalnya. Kalau memang penyebabkan bakteri ya diberi antibiotik," lanjut dr Nurul.
Wanita berkerudung ini menambahkan, diare yang disebabkan bakteri juga bisa berupa diare tanpa darah. Pada kondisi itu, menurut dr Nurul tidak perlu diberikan antibiotik karena umumnya sistem kekebalan tubuh sudah bisa mengatasinya.
Untuk itu, khusus pada anak, orang tua perlu selalu memperhatikan asupan cairan anak tetap terpenuhi selama diare. Pada anak yang dehidrasi ketika diare, terdapat beberapa tanda di antaranya mata cekung dan saat dicubit permukaan kulit tidak kembali seperti awal.
Baca juga: Penyebab Diare dan Sembelit Saat Haid (rdn/vit)











































