Rabu, 18 Nov 2015 15:35 WIB

Masakan Minang dan Kesehatan

Begini Caranya Agar Konsumsi Santan Tak Picu Kenaikan Kolesterol

Martha - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Beberapa jenis makanan khas daerah tertentu di Indonesia, seperti rendang atau gulai, mensyaratkan penggunaan santan. Sayangnya konsumsi santan ditengarai bisa meningkatkan kolesterol akibat kandungan minyak jenuhnya. Lalu bagaimana caranya agar tetap bisa makan gurihnya santan tapi kolesterol tetap aman?

"Kadar lemak jenuh pada santan berbeda dengan daging. Efeknya juga pasti berbeda satu sama lain. Selain itu juga, santan itu lemak jenuh nabati sedangkan daging yaitu lemak hewani," kata guru besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Prof dr Nur Indrawaty Lipoeto, MMedSci, Phd, saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (18/11/2015).

Santan kelapa sebenarnya mengandung asam lemak dan trigliserid yang mudah dibakar oleh tubuh, selain itu juga mengandung sedikit fruktosa yang merupakan pemanis alami. Walaupun begitu, makanan berbahan santan sebaiknya dikonsumsi sekali habis alias jangan berulangkali dipanaskan.

"Apabila dimasak berkali-kali akan menimbulkan lapisan minyak. Itulah yang menyebabkana masakan menjadi berbahaya," ujar alumnus Monash University, Australia, ini.

Baca juga: Masakan Minang yang Bersantan Itu Tidak Sehat? Profesor Gizi Ini Menyangkalnya

Pada masakan bersantan, risiko kolerestrol sebenarnya akibat dari pengolahan bersama bahan makanan lain yang tinggi kolesterol, seperti jeroan dan telur. Masakan itu lantas dimakan bersama nasi dalam jumlah banyak, di mana nasi mengandung karbohidrat dan gula. Jika makan sesekali tidak apa-apa, tapi jika terus-menerus tentu dampaknya tidak baik bagi kesehatan.

Bukankah rempah-rempah bisa menetralisir lemak jenuh pada makanan bersantan? Prof Indrawaty membenarkan hal tersebut, akan tetapi tugas menetralisir lemak jenuh jadi lebih berat. Karena yang dilawan bukan saja lemak pada santan namun juga pada dagung dan jeroan.

Meskipun ada bumbu dan sayuran yang bisa mampu menetralisis lemak pada masakan, namun tugasnya akan menjadi lebih berat karena harus melawan minyak santan sekaligus lemak pada daging dan jeroan yang disantap. Maka disarankan untuk bijak mengkonsumi makan berbahan santan, karena sesuatu yang berlebih bukan sesuatu yang baik.

Santan merupakan sumber lemak nabati yang memiliki fungsi melarutkan vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D, E, serta vitamin K. Bagi yang menjalankan program diet, konsumsi lemak nabati membantu agar tidak mudah lapar dan cepat untuk kenyang.

Baca juga: Wah! Rempah dalam Bumbu Masakan Minang Bisa Bantu Netralisir Lemak Jenuh

(vit/vit)