Kamis, 19 Nov 2015 15:35 WIB

Seram! Begini Kondisi Dunia Bila Semua Bakteri Kebal Obat

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi foto: Grandyos Zafna Ilustrasi foto: Grandyos Zafna
Jakarta - World Health Organization (WHO) baru-baru ini mencanangkan minggu kesadaran antibiotik untuk menyadarkan masyarakat dunia terhadap bahaya akibat resistensi antibiotik. Para ahli juga sering menyerukan agar antibiotik digunakan secara bijak.

Tak ketinggalan penelitian gabungan di jurnal The Lancet menyebut dunia saat ini sedang dalam situasi menuju era di mana antibiotik menjadi tak berguna. Hal tersebut karena makin banyaknya bakteri yang mengembangkan kekebalan terhadap obat.

Bila hal ini tak cepat ditanggapi dan seluruh bakteri di seluruh dunia betul-betul kebal, kira-kira apa ya yang akan terjadi?

Hal pertama yang terjadi tentu penyakit infeksi bakal tak bisa lagi diobati. Profesor Timothy Walsh dari University of Cardiff, Inggris, mengatakan bakteri seperti E.coli misalnya yang umum mengontaminasi makanan dan membuat diare nantinya akan menjadi masalah serius.

Baca juga: Ahli Sebut Dunia Sedang Menuju Kiamat Resistensi Antibiotik

"Pada masa itu jika seorang pasien sakit misalnya karena E.coli, kita tak bisa melakukan apa-apa," ujar Walsh seperti dikutip dari BBC pada Kamis (19/11/2015).

Jumlah pasien yang meninggal karena berbagai penyakit di seluruh penjuru dunia akan meningkat tajam. Direktur WHO Regional Asia Tenggara, dr Poonam Khetrapal Singh, mengatakan sekarang saja setiap lima menit ada satu anak yang mati karena infeksinya tak bisa diobati.

Karena tak ada lagi obat yang efektif, dunia akan dipaksa seperti kembali ke zaman kegelapan di mana ilmu medis belum berkembang. Masyarakat akan banyak kembali ke pengobatan-pengobatan yang berdasarkan kepercayaan pada mitos-mitos.

Prosedur operasi tak bisa dilakukan oleh dokter karena luka yang ditinggalkan pada tubuh dapat meningkatkan risiko terhadap infeksi. Bahkan luka kecil misal karena terjatuh atau tertusuk paku bisa berujung pada kematian.

"Kita sedang menuju pada era di mana luka sayat kecil saja bisa mengancam nyawa. Infeksi biasa yang beberapa dekade lalu mudah ditangani sekali lagi akan memakan korban," kata dr Singh.

Baca juga: WHO: Karena Resistensi Antibiotik, Tiap Lima Menit Ada Satu Anak yang Mati (fds/vit)