Beruntung, kini saat ia berusia 15 tahun, Dalan memiliki kesempatan kedua untuk bisa hidup dengan normal lagi. Sebab, dokter di New York Eye and Ear Infirmary of Mount Sinai 'membuat' kembali hidung Dalan dengan memanfaatkan teknologi printer 3D.
"Akibat kondisi itu, dia berhenti sekolah dan benar-benar terisolasi. Untuk itulah saya tergerak membantu Dalan memiliki kehidupan yang normal lagi dan saya pikir tidak ada salahnya kita mencoba memanfaatkan teknologi 3D untuk memberikan hidung baru bagi Dalan," tutur ahli bedah sekaligus pimpinan tim dokter yang menangani Dalan, dr Tal Dagan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Terlahir dengan 1 Tangan, Kini Daniel Punya 2 Tangan Berkat Printer 3D
Tim dokter juga menggunakan teknologi laser guna membantu mengurangi jaringan parut di wajah Dalan untuk melapisi jaringan hidung bagian dalam. Dengan begitu, diharapkan indera penciuman Dalan bisa pulih. Menurut dr Dagan, penggunaan printer 3D amat bermanfaat bagi Dalan.
"Dengan printer 3D Anda bisa mendapatkan jenis hidung yang sama. Teknologi ini sangat menjanjikan dan kemungkinan besar akan kami gunakan untuk lebih banyak operasi rekonstruksi wajah, terutama bagi para prajurit yang pulang dari perang dan mengalami ketidakutuhan anggota tubuh," tutur dr Dagan.
Tak hanya memberi Dalan hidung baru, tim dokter juga memperbaiki kemampuan melihat bocah tersebut. Dua bulan pasca operasi, Dalan sudah siap untuk kembali bersekolah meskipun ia mesti mengejar materi yang tertinggal selama ini. Namun, bocah itu tetap optimistis.
"Saya amat ingin kembali ke sekolah dan saya ingin sekali merasakan lagi makanan Amerika. Ya, saya ingin bisa kembali mencium aroma pizza dengan pepperoni yang menjadi favorit saya," katanya.
Baca juga: Dengan Printer 3D, Peneliti Temukan Ukuran Mr P Idaman Wanita
(rdn/vit)











































