Studi: Minyak Kelapa Bisa Lawan Infeksi Akibat Jamur Candida

Studi: Minyak Kelapa Bisa Lawan Infeksi Akibat Jamur Candida

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Senin, 23 Nov 2015 11:05 WIB
Studi: Minyak Kelapa Bisa Lawan Infeksi Akibat Jamur Candida
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Minyak kelapa memang tinggi lemak. Tapi penelitian menunjukkan minyak kelapa dapat melawan infeksi darah akibat jamur Candida.

Dikutip dari Medical Daily, Senin (23/11/2015), para peneliti menemukan manfaat lain dari minyak kelapa. Manfaat tersebut ialah dapat melawan infeksi aliran darah mematikan yang disebabkan oleh jamur Candida albicans.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Society for Microbiology Sphere melakukan percobaan kepada tikus. Dalam percobaan tersebut, para peneliti memberikan standar diet minyak kelapa kepada tikus. Tikus menjalani program diet tinggi lemak yang terdiri dari minyak kelapa, lemak sapi, dan minyak kedelai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama 14 hari tikus yang menjalankan program akan melakukan diet tersebut sebelum mereka disuntik jamur Candida albicans, kemudian hingga 21 hari tikus tetap menjalankan diet tersebut. Hasilnya para peneliti menemukan tikus yang menjalani diet tinggi lemak ternyata memiliki jumlah jamur Candida albicans lebih rendah sepuluh kali lipat daripada yang orang yang melakukan diet biasa.

Baca Juga: Pesan Ahli Gizi Agar Kolesterol Aman Meski Makan Daging Bersantan
 
"Kami menemukan bahwa diet tinggi lemak dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi jumlah Candida pada tikus," kata Carol Kumamoto, profesor biologi molekuler dan mikrobiologi di Tufts University School of Medicine, Amerika Serikat .

Baca Juga: Masakan Minang yang Bersantan Itu Tidak Sehat? Profesor Gizi Ini Menyangkalnya
 
Jamur Candida albicans atau candida, adalah salah satu penyebab paling umum dari infeksi aliran darah di antara pasien rumah sakit. Manusia yang sehat dan beberapa hewan memiliki jamur di microbiome usus mereka sampai batas tertentu. Tetapi terdapat efek yang berbahaya kepada mereka yang memiliki kondisi tubuh yang rentan seperti memasuki aliran darah dan menyerang ginjal, hati, limpa, paru-paru, otak, dan jantung. Orang yang paling mungkin untuk terinfeksi candida biasanya mereka yang mudah sakit dan pasien dirawat di rumah sakit.

"Biasanya yang mengalami adalah pasien kanker, orang yang menerima transplantasi, bayi prematur, unit perawatan intensif pasien dengan kateter, dan kadang-kadang orang tua," kata Kumamoto

Ini bukan sesuatu yang baru jika minyak kelapa dapat mengobati atau mencegah infeksi candida. Beberapa penelitian terakhir juga telah mencatat minyak kelapa mampu dalam pengobatan penyakit infeksi candida. Tapi penelitian terbaru, yang dilakukan pada tikus, harus direplikasi pada manusia sebelum digunakan dalam pengaturan klinis.

"Ada dua yang harus ingin diambil dari penelitian ini yaitu mencari mekanisme bagaimana minyak kelapa berkerja dan dampak apa untuk manusia," tutup Kumamoto. (vit/vit)

Berita Terkait