Prof Ameenah mengatakan meskipun terbuat dari tanaman dan dikategorikan herbal, obat tetaplah obat. Penggunaan dan konsumsinya harus dengan sepengetahuan dokter, apalagi jika pasien masih melakukan pengobatan medis.
Baca juga: Terinspirasi Pengobatan Tradisional, Prof Ameenah Teliti Manfaat Pare untuk Diabetes
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesan ini disampaikan Prof Ameenah karena banyaknya kesalahpahaman di masyarakat umum terkait penggunaan obat herbal. Karena berasal dari tumbuhan, obat herbal kerap dinyatakan aman dikonsumsi meskipun sejatinya memiliki efek samping.
Salah satu contohnya adalah tanaman pare (Momordica charantia) yang ditelitinya. Konsumsi ekstrak pare memang dapat menurunkan kadar gula darah, namun jika digunakan dengan tidak bijak, pasien malah bisa mengalami hypoglikemia (gula darah rendah) akut secara tiba-tiba.
"Dengan memberi tahu dokter bahwa Anda mengonsumsi obat herbal, maka dokter dapat memberikan penyesuaian dan menghindari efek samping. Ini yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh masyarakat luas," papar pemenang L'Oreal-UNESCO Award, Laureate for Africa 2007 ini.
Prinsip yang sama juga berlaku bagi ibu hamil yang mengidap diabetes gestasional. Konsultasi ke dokter kandungan harus tetap dilakukan untuk mengetahui kondisi ibu sebenarnya.
Sebabnya, Prof Ameenah mengatakan ibu hamil harus dijaga dengan baik. Jika salah penanganan, bukan hanya kondisi kesehatan ibu saja yang terancam, namun juga kondisi kesehatan janin di dalam kandungan.
Baca juga: Berkenalan dengan Prof Ameenah Gurib, Ilmuwan yang Jadi Presiden
(mrs/vit)











































