Ini Kata Prof Ameenah Soal Dominasi Laki-laki di Bidang Sains

Wawancara Presiden Mauritius

Ini Kata Prof Ameenah Soal Dominasi Laki-laki di Bidang Sains

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 23 Nov 2015 19:15 WIB
Ini Kata Prof Ameenah Soal Dominasi Laki-laki di Bidang Sains
Foto: Astrid Stawiarz/Getty Images
Jakarta - Sains merupakan salah satu bidang yang didominasi oleh laki-laki. Prof Ameenah Gurib-Fakim, Presiden Mauritius yang juga peneliti, tak menampiknya.

Meski begitu, bukan berarti hal tersebut memengaruhi Prof Ameenah. Menurutnya, dalam karir sebagai peneliti, tak pernah sekalipun ia merisaukan hal tersebut.

"Sains termasuk bidang pekerjaan yang didominasi pria, dan Anda bisa saja bekerja di lingkungan lain yang lebih keras. Namun hal tersebut seharusnya tidak memengaruhi Anda," papar wanita pertama yang terpilih sebagai Presiden Mauritius ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Obat Herbal Bisa Jadi Solusi Masalah Kesehatan Negara Miskin dan Berkembang 

"Pria yang meneliti hingga malam hari akan disebut sebagai pekerja keras. Namun wanita yang berada di lab seharian, apalagi sudah menikah, akan dicap egois dan tidak mementingkan keluarga," tambahnya.

Prof Ameenah mengatakan prestasi tidak ditentukan oleh jenis kelamin. Selama seseorang berusaha sekuat tenaga untuk melakukan pekerjaannya dengan baik, maka ia akan berhak mendapatkan pujian.

"Sebagai peneliti dan ilmuwan, saya selalu berusaha menghasilkan karya-karya yang berkualitas. Ketika assesor Anda menilai pekerjaan yang Anda lakukan berkualitas, ia tidak akan membeda-bedakan apakah Anda laki-laki atau perempuan," ungkapnya dalam sesi wawancara khusus di 88 Office Tower, Jl Raya Casablanca, Kuningan, Jakarta Selatan, dan ditulis Senin, (23/11/2015).

Meski begitu, ia mengakui masih sulit mengubah persepsi dan pandangan masyarakat terkait peneliti perempuan. Perempuan peneliti sering diasumsikan sebagai perempuan yang tidak menarik, membosankan bahkan memiliki kemungkinan kecil untuk menikah.

Menurutnya persepsi seperti inilah yang harus diubah. Perlakuan dan tindakan terhadap peneliti baik laki-laki maupun perempuan harus disetarakan dan tak boleh terjadi bias gender.

"Tentunya bisa dilakukan, namun memang butuh waktu agak lama. Tapi saya berharap agar di masa depan lebih banyak orang yang tertarik dengan penelitian, baik itu laki-laki maupun perempuan," tandas wanita pemenang L'Oreal-UNESCO Award, Laureate for Africa 2007 ini.

Baca juga: Terinspirasi Pengobatan Tradisional, Prof Ameenah Teliti Manfaat Pare untuk Diabetes  (mrs/vit)

Berita Terkait