"Sains harus dilihat sebagai sesuatu yang menyenangkan di sekolah. Dengan lebih banyak kegiatan, bermain dan melakukan percobaan, anak perempuan akan lebih tertarik untuk menekuni sains," papar Prof Ameenah, dalam sesi wawancara khusus di 88 Office Tower, Jl Raya Casablanca, Kuningan, Jakarta Selatan, dan ditulis Senin (23/11/2015).
Baca juga: Ini Kata Prof Ameenah Soal Dominasi Laki-laki di Bidang Sains
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada level pendidikan atas seperti universitas, persepsi tentang peneliti wanita juga harus diubah. Jika sebelumnya gambaran peneliti wanita adalah orang yang tidak menarik dan membosankan, pemerintah harus bisa menjamin peneliti wanita tetap bisa menikah dan memiliki kehidupan sosial.
"Ini merupakan kewajiban negara, di mana harus ada akses dan manfaat yang cukup bagi orang-orang yang ingin menjadi peneliti," ungkap pemenang L'Oreal-UNESCO Award, Laureate for Africa 2007 ini.
Dengan lebih banyak peneliti, maka pemecahan masalah terkait lingkungan hidup bisa lebih cepat ditemukan. Prof Ameenah mengatakan perubahan iklim adalah ancaman serius bagi keberlangsungan bumi.
Karena itu, sudah saatnya manusia mendokumentasikan apa-apa saja yang harus dilakukan demi menyelamatkan bumi. Caranya tentu saja dengan melakukan penelitian.
"Tentu saja saya juga ingin agar lebih banyak anak muda yang mendapat pekerjaan, tidak menganggur, menjadi entepreneur dan bermanfaat untuk bumi. Nah, untuk menyelamatkan bumi, banyak pekerjaan yang bisa dilakukan," pungkasnya.
Baca juga: Obat Herbal Bisa Jadi Solusi Masalah Kesehatan Negara Miskin dan Berkembang (mrs/vit)










































