Studi Temukan Kaitan Antara PMS dengan Risiko Hipertensi

Studi Temukan Kaitan Antara PMS dengan Risiko Hipertensi

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Sabtu, 28 Nov 2015 11:03 WIB
Studi Temukan Kaitan Antara PMS dengan Risiko Hipertensi
Foto: thinkstock
Jakarta - Premenstrual syndrome (PMS) bisa jadi bukan hanya gejala yang muncul menjelang haid. Sebuah studi menyebut PMS memiliki kaitan dengan risiko hipertensi di masa depan.

Elizabeth Bertone-Johnson, pakar epidemiologi dari University of Massachusetts, melakukan penelitian kepada 3.750 wanita, 1.250 dengan kasus PMS klinis sedang dan berat dan sisanya mengalami PMS ringan. Penelitian dilakukan pada tahun 1991 hingga 2005 dan dilakukan sejak partisipan berusia 20 tahun.

Setiap dua tahun, para partisipan ditanya tentang diagnosis tekanan darah tingginya. Hasil penelitian menunjukkan memang ada kaitan antara PMS dengan tekanan darah tinggi, terutama pada wanita yang belum berusia 40 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Mengatasi Nyeri Punggung Saat Menstruasi

Wanita yang mengidap PMS saat berusia 20 tahun berisiko tiga kali lipat memiliki tekanan darah tinggi di masa depan. Diketahui semakin parah PMS yang muncul, risiko mengalami tekanan darah tinggi juga akan semakin besar.

"Kasus hipertensi pada wanita muda terus meningkat. Dengan memantau PMS-nya, kita bisa melihat wanita mana yang berisiko mengalami tekanan darah tinggi dan penyakit jantung di kemudian hari," tutur Elizabeth, dikutip dari Livescience, Sabtu (28/11/2015).

Penelitian ini memang tidak menyebutkan penyebab meningkatnya tekanan darah pada mereka yang mengalami PMS. Namun Elizabeth menduga ada perbedaan dalam pembuluh darah bagi mereka yang mengalami PMS berat dan yang tidak mengalami PMS sama sekali.

Jika kebetulan Anda sering mengalami PMS di usia muda, tidak perlu takut. Dalam penelitian ini Elizabeth juga menemukan adanya manfaat vitamin B bagi mereka yang sering mengalami PM.

Kandungan thiamine dan riboflavin dikatakan dapat mengurangi risiko memiliki tekanan darah tinggi di kemudian hari. Penelitian menemukan mereka yang mengonsumsi vitamin B memiliki risiko tidak mengalami PMS hingga 25 sampai 35 persen.

"Konsumsi vitamin B menjadi penting bagi wanita karena selain mengurangi intensitas PMS juga menurunkan risiko hipertensi di amsa depan," pungkasnya.

Baca juga: Tak Hanya Wanita, Pria Juga Bisa Alami Gejala Premenstrual Syndrome

(mrs/vit)

Berita Terkait