Idap Kondisi Langka, Imunitas Bocah Ini Membaik Berkat Terapi Stem Cell

Idap Kondisi Langka, Imunitas Bocah Ini Membaik Berkat Terapi Stem Cell

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 01 Des 2015 17:02 WIB
Idap Kondisi Langka, Imunitas Bocah Ini Membaik Berkat Terapi Stem Cell
Foto: CBS News
Los Angeles - Saat membawa pulang Evangelina, Alysia Vaccaro merasa ada yang tidak beres pada putrinya itu. Sebab, Evangelina tampak tidak sesehat adiknya. Intuisi Alysia sebagai seorang ibu pun benar.

Hasil tes menunjukkan si kecil Evangelina lahir dengan Severe Combined Immunodeficiency (SCID) atau sering juga disebut penyakit 'bubble baby'. SCID merupakan kelainan genetik yang membuat sistem kekebalan tubuh lemah sehingga bayi yang mengidapnya rentan terhadap penyakit/

SCID memengaruhi kondisi sel-sel yang berperan penting dalam menjaga sistem inum tubuh yang bertugas melawan bakteri, jamur, dan virus penyebab infeksi. Bahkan, flu saja bisa mengancam bayi dengan SCID. Menurut American Academy of Allergy, Asthma and Immunology, gejala SCID di antaranya penurunan berat badan dan infeksi pernapasan berat. Hal itu pula yang dialami Evangelina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami harus memakai masker, menggunakan hand sanitizer dan harus menjaga kesterilan di rumah kami. Semuanya harus kami lakukan dengan hati-hati agar tak membahayakan nyawa Evangelina," kata Alysia kepada CBS News dan dikutip pada Selasa (1/12/2015).

Beberapa waktu kemudian, keluarga Alysia bertemu dengan dr Donald Kohn di Broad Stem Cell Research Center di University of California, Los Angeles (UCLA). Saat itu, dr Kohn sedang fokus pada pengembangan metode pengobatan baru penyakit genetik sel darah. Setelah berunding, Alysia mendaftarkan Evangelina untuk mengikuti percobaan klinis tersebut.

Baca juga: Tanda-tanda Sistem Imun Tubuh yang Buruk

Diungkapkan Alysia, kala itu dr Kohn menawarkan pengobatan eksperimental untuk SCID yang memakan waktu sekitar satu hari. Prosedur yang dilakukan dr Kohn di antaranya mengambil sumsum tulang pasien untuk mengumpulkan sel induk. Gen kloning kemudian ditambahkan untuk memperbaiki bagian apa yang tidak dimiliki pasien ketika lahir.

"Stem cell tersebut diberikan lagi pada pasien di mana stem cell bisa kembali ke sumsum tulang dan membuat sel darah selama sisa hidup pasien," kata dr Kohn yang juga direktur Human Gene Medicine Program di UCLA.

Sejauh ini, pengobatan tersebut sudah memulihkan sistem kekebalan tubuh 23 pasien, termasuk Evangelina. Kini, bocah tersebut sudah berusia 3 tahun dan dokter mengatakan kondisi kesehatannya baik-baik saja.

Saat ini, dr Kohn tengah bekerja dengan FDA demi mengusahakan pengobatan tersebut bisa tersedia di tingkat nasional. Ia juga tengah melakukan uji klinis terhadap metode yang sama untuk pengobatan penyakit sel sabit.

Baca juga: Begini Proses Stem Cell Bisa Tumbuhkan Kembali Tulang yang Rusak

(rdn/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads