Ya, para peneliti menemukan bahwa protein utama dalam aspirin dapat membantu menghilangkan enzim yang berkaitan dengan kondisi neurodegeneratif seperti alzheimer, parkinson dan huntington. Dalam penelitian yang diterbikan dalam jurnal PLOS One ini, para peneliti menemukan bahwa asam salisilat dalam aspirin dapat mengikat enzim GAPDH (gliseraldehida 3-fostat dehidrogenase).
Selain itu, asam salisilat juga disebut dapat mencegah enzim ini bergerak ke dalam inti sel yang nantinya akan menyebabkan kematian sel. Selama stres oksidatif, GAPDH dipengaruhi kemudian masuk ke inti neuron, di mana hal itu kemudian akan memengaruhi omset protein dan menyebabkan kematian sel serta menyebabkan hilangnya neurodegeneratif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Studi baru menetapkan bahwa GAPDH adalah target utama bagi asam salisilat yang terkandung dalam aspirin," kata Solomon Snyder, profesor ilmu saraf dari John Hopkins University di Baltimore, sekaligus salah satu peneliti seperti dikutip dari Fox News pada Rabu (2/12/2015).
Snyder bersama dengan Daniel Klessig, profesor dari Boyce Thompson Institute dan Cornell University, menggunakan teknologi untuk menemukan protein dalam tubuh manusia yang mengikat asam salisilat.
"Pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana asam salisilat dan turunannya mengatur kegiatan GAPDH dan HMGB1, ditambah dengan penemuan sintetis yang jauh lebih kuat dan turunan alami dari asam salisilat, dapat memberikan janji besar untuk pengembangan pengobatan berbasis asam salisilat baru untuk mengobati penyakit," jelas Klessig.
Baca juga: Studi Klaim Aspirin Mampu Tingkatkan Peluang Hamil Wanita
(rdn/rdn)










































