Kamis, 03 Des 2015 16:10 WIB

Bisa Jadi Tanda Bahaya, Yuk Kenali Tahi Lalat Anda

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Bagi beberapa orang, tahi lalat bisa menjadi ciri khas dan makin menunjang penampilan. Namun tidak semua tahi lalat adalah kondisi yang baik. Karena bisa jadi tahi lalat menjadi tanda bahaya.

dr Sukmawati Tansil Tan, SpKK dari Rumah Sakit Mayapada dalam perbincangan dengan detikHealth beberapa waktu lalu menjelaskan ada tiga jenis tahi lalat. Pertama, tahi lalat yang datar dengan warna hitam atau kehitaman. Kedua, tahi lalat yang menonjol dan tidak berbulu. Ketiga, tahi lalat yang menonjol dan berbulu.

Tahi lalat di tubuh seseorang terkadang dipengaruhi faktor genetik. Ini umumnya terjadi pada mereka yang punya banyak tahi lalat. Jadi jika seseorang punya banyak tahi lalat, bisa jadi itu diturunkan dari orang tua atau dari kakek-neneknya.

Untuk tahu apakah tahi lalat yang ada di tubuh bahaya atau tidak, perlu dikenali baik-baik. Kegiatan 'ABC' bisa dilakukan. A adalah appearance atau penampakan. Periksa penampakan tahi lalat, apakah rata atau bergelombang.

Baca juga: Unik! Bayi Laki-laki Ini Punya Tanda Lahir Berbentuk Hati di Kaki 

B adalah border atau batas. Perhatikan apakah tahi lalat memiliki batas yang jelas atau tidak. Sedangkan C adalah color atau warna. Lihat baik-baik warnanya, apakah ada perubahan warna. Pada kondisi yang berbahaya, tahi lalat yang semula hitam menjadi biru, merah, ataupun putih.

"Kenapa kalau bahaya bisa berubah warna? Ini karena di tahi lalat ada pembuluh darah. Sel kanker di sana butuh makan, jadi keluarkan bahan kimia yang membuat warnanya jadi berubah," jelas dr dr Sukmawati dan ditulis pada Kamis (3/12/2015).

dr Sukmawati mewanti-wanti jika tahi lalat merubah warna, selain itu mudah berdarah, sebaiknya segera cek ke dokter. Karena dikhawatirkan itu pertanda kondisi serius, misalnya keganasan. Apalagi jika tahi lalat itu bertambah besar dalam waktu singkat.

"Kalau tahi lalat jadi sering gatal ataupun perih, coba juga dicek ke dokter," saran dr Sukmawati.

Baca juga: Bukan Bintitan, Benjolan 'Berkawah' di Wajah Bisa Indikasikan Kondisi Langka  (vit/up)