Nyeri Dada Seperti Ini Tanda Penyakit Jantung

Nyeri Dada Seperti Ini Tanda Penyakit Jantung

Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 10 Des 2015 17:35 WIB
Nyeri Dada Seperti Ini Tanda Penyakit Jantung
Foto: thinkstock
Jakarta - Nyeri yang muncul di dada bisa menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Penyakit jantung sering disangka jadi penyebabnya.

Namun perlu diketahui tak semua rasa nyeri di dada berhubungan dengan penyakit jantung, bisa saja nyeri muncul karena kondisi seperti nyeri otot biasa, masalah tulang, atau bahkan paru. Untuk nyeri yang timbul karena penyakit jantung sendiri ada beberapa ciri khas tertentu yang bisa dikenali dan diwaspadai.

Ahli bedah thorax dan kardiovaskular dari RS OMNI Alam Sutera dr Alfa Ferry, SpBTKV, mengatakan bahwa ciri pertama adalah rasa sakit muncul di bagian sebelah kiri dada ketika melakukan aktivitas. Nyeri hanya muncul sebentar lalu akan hilang dengan sendirinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rasanya seperti tertusuk-tusuk dan segera hilang dalam 5-30 detik dengan istirahat atau menghentikan aktivitas. Kadang kalau kita lakukan aktivitas yang sama nyeri itu bisa timbul lagi. Itu tanda yang paling klasik sekali dari penyakit jantung koroner," kata dr Ferry kepada media ditemui di RS OMNI, Alam Sutera, Tangerang, Kamis (10/12/2015).

Baca juga: Setiap Ulang Tahun, Jangan Lupa Cek Kesehatan Jantung
 
"Hukumnya itu supply dan demand. Jadi kalau jantung kita berupaya kuat dan supply (darah -red) kurang maka dia teriak dalam bentuk sakit dada," lanjut dr Ferry.

dr Ferry menyebut kondisi tersebut sifatnya progresif berawal dari nyeri jarang muncul dan hanya akan datang bila seseorang kelelahan saat beraktivitas saja, tapi lama-lama saat penyakit semakin parah nyeri bisa datang bahkan ketika kondisi tubuh sedang beristirahat. Saat rasa nyeri sering muncul tak beraturan seperti itu maka itu tandanya kondisi sudah semakin parah.

"Kalau sudah tak stabil dibiarkan terus akan terjadi serangan jantung di mana otot jantung tersebut mati. Itu menimbulkan risiko kematian sangat tinggi," kata dr Ferry.

Bila memang seseorang dirasa mengalami gejala yang serupa, disarankan untuk menemui dokter agar segera mendapat penanganan.

Baca juga: Ibu Nekat Hamil dalam Keadaan Gemuk, Awas Bikin Jantung Janin 'Kegencet' (fds/vit)

Berita Terkait