Menurut dr Subuh sebanyak 28 mahasiswa IPB yang terinfeksi hepatitis A kemungkinan besar terkena dari makanan atau minuman yang tak higienis. Hal ini diperkuat dengan adanya temuan jejak virus pada sampel air minum galon yang terdapat di asrama dan kantin-kantin sekitar kampus.
"Kita ketahui bahwa penularan hepatitis A itu hanya dengan satu cara yaitu orofecal. Oro itu mulut fecal itu saluran pembuangan" kata dr Subuh ketika ditemui di lingkungan Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/12/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan virus yang lain yang hanya dapat menular apabila seseorang terpapar langsung oleh cairan tubuh seperti darah. Pada hepatitis A, seseorang yang terinfeksi apabila tak bersih ketika buang air besar misalnya maka ia bisa 'menempelkan' virus di makanan atau minuman tanpa sengaja.
"Hepatitis A ini lebih istimewa karena virusnya itu dapat hidup di luar (inang -red) 3-4 jam makanya dia terinfeksinya paling gampang. Kalau virus yang lain dalam hitungan menit akan mati," kata Subuh.
"Hepatitis A mereka akan hidup lama di luar. Untuk itu saya katakan ini adalah masalah higiene sanitasi pangan dan higiene sanitasi perorangan," lanjutnya.
Masyarakat Indonesia yang sedikit melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) akan menjadi sangat rentan terinfeksi hepatitis A. Hal sederhana seperti cuci tangan saja belum menjadi sebuah kebiasaan yang hadir kuat di semua kalangan.
Baca juga: Menkes: KLB Hepatitis di IPB Karena Kantinnya Tidak Baik (fds/up)











































