Tolong, Bayi Faris Butuh Bantuan untuk Donor Darah Apheresis

Tolong, Bayi Faris Butuh Bantuan untuk Donor Darah Apheresis

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 16 Des 2015 15:38 WIB
Tolong, Bayi Faris Butuh Bantuan untuk Donor Darah Apheresis
Foto: pribadi
Jakarta - Setelah menjalani operasi cangkok hati di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), bayi Faris Gaisyan Asyami (3) yang awalnya dirawat karena kondisi atresia bilier kini berada di situasi genting. Trombosit darahnya merosot drastis dan ia membutuhkan suplai darah secara konstan.

Dijelaskan oleh sang ibu, Siti Nur Janah (32) atau biasa dipanggil Eneng bahwa kondisi Faris mulai memburuk ketika memasuki minggu kedua pasca operasi. Dokter memang menyebut bahwa minggu-minggu awal terutama seminggu pertama adalah masa yang penting untuk pasien transplantasi.

"Dari seminggu kemarin kondisinya sudah mulai drop. Trombosit Faris waktu itu 44 ribu sementara orang normal kan 150 ribu ya, tapi dokter bilang enggak apa-apa. Terus turun jadi 24 ribu terus turun lagi jadi 12 ribu. Nah tadi jam 5 pagi trombositnya jadi 8 ribu," papar Eneng ketika dihubungi detikHealth pada Rabu (16/12/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa yang menyebabkan kondisi Faris memburuk belum diketahui dan dokter masih melakukan tindakan pemeriksaan. Kondisi hati baru Faris sendiri dilaporkan bagus sehingga dicurigai ada hal lain seperti infeksi yang menjadi penyebab.

Sambil menunggu hasil untuk menjaga tingkat trombositnya Faris membutuhkan transfusi darah. Namun karena kondisi yang ada transfusi tersebut tak bisa dilakukan dari donor biasa melainkan harus dari donor apheresis.

Apheresis adalah sebuah penerapan teknologi medis di mana darah yang diambil dari donor disaring terlebih dahulu sebelum ditransfusi ke pasien. Tujuannya dari penyaringan ini adalah untuk mengambil hanya komponen-komponen spesifik pada darah.

Faris secara khusus membutuhkan hanya trombositnya saja dari sebuah kantong darah tanpa ada plasma atau komponen lain yang mungkin bisa mengusik sistem imunnya.

"Setiap hari ditransfusi darah sampai hari ini udah 10 kantong. Cuma karena bukan transfusi biasa harus disaring berulang-ulang ini enggak dicover BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial -red). Satu kantongnya empat juta," lanjut Eneng yang mengaku kesulitan mencari dana.

Sang ayah, Yudhistira Priambodo (32) sehari-hari bekerja sebagai pegawai di kantor pos sementara Eneng adalah ibu rumah tangga. Bagi pembaca detikHealth yang terketuk hatinya ingin membantu, bisa menyalurkannya melalui orang tuanya atas nama Yudhistira Priambodo di rekening 9000031612352 (Mandiri).

Atau bisa juga melalui Yayasan Portal Infaq dengan menghubungi nomor 021-72786073 atau via SMS ke Slamet (081213400864) atau pin BBM 2AD70DFE, dan bisa juga melalui e-mail: slamet@portalinfaq.org

Orang tua Faris bisa dikontak di nomor berikut: 081291723401 (Eneng) / 081212280786 (Yudhistira) (fds/vit)

Berita Terkait