Diabetes sendiri sudah sangat dikenal oleh masyarakat di Indonesia sejak lama. Terlebih, penderita diabetes di Indonesia menduduki peringkat kelima terbanyak di dunia menurut International Diabetes Federation (IDF).
Dirangkum oleh detikHealth dari berbagai sumber, Kamis (17/12/2015), berikut 8 mitos tentang diabetes yang masih belum begitu diketahui oleh banyak orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Mitos: Tipe 1 dan tipe 2 hampir sama
Fakta: Hal tersebut tidak benar. Terdapat perbedaan besar secara fisiologi antara diabetes tipe 1 dan tipe 2. Memang benar jika mereka yang mengalami diabetes tipe 1 tidak mampu lagi untuk menghasilkan insulin sehingga membutuhkan suntikan insulin.
Namun, diabetes tipe 2 kondisi dimana tubuh sudah tidak efektif lagi untuk menghasilkan insulin. Dalam kasus diabetes tipe 2 hanya sekitar 30 persen saja yang harus mendapatkan suntikan insulin, sisanya tidak perlu.
2. Mitos: Dilarang makan kabohidrat bagi pasien diabetes
Fakta: Anda masih bisa makan karbohidrat walaupun Anda memiliki diabetes. Hanya membutuhkan perhitungan yang tepat agar tetap dapat mengonsumsinya.
"Banyak orang yang berpikir jika mereka tidak akan bisa lagi untuk mengonsumsi makanan berkabohidrat. Namun, dengan jumlah yang terbatas mereka yang terkena diabetes bisa tetap makan-makanan berkarbohidrat," kata Linda Murphy, RN, dari Rumah Sakit Rehabilitasi HealthSouth di New Jersey, Amerika Serikat.
3. Mitos: Diabetes adalah penyakit keturunan
Fakta: Hampir 95 persen kasus diabetes tidak berasal penyakit keturunan, namun karena kelebihan konsumsi/asupan karbohidrat sehingga menyebabkan kekurangan atau kejenuhan insulin. Akibatnya, timbul kelebihan pada kadar gula darah yang menyebabkan diabetes.
Memang benar jika orangtua diabetes, risiko anak akan menjadi lebih tinggi. Namun, hal tersebut dikarenakan pola atau kebiasaan makan yang salah dan ditiru oleh anak selama bertahun-tahun.
4. Mitos: Diabetes ada yang kering dan basah
Fakta: Banyak orang yang berpresepsi jika luka tak kunjung sembuh merupakan jenis diabetes basah. Padahal, tidak ada pembagian mengenai diabetes basah atau kering.
Adapun 'diabetes basah' yang sering memicu salah paham di kalangan awam adalah diabetes mellitus. Padahal, luka yang tidak menimbulkan borok tersebut merupakan komplikasi yang disebabkan kadar gula darah yang terus-menerus meningkat. Mitos yang menyesatkan ini telah lama berada di Indonesia. (up/up)











































