"Terdapat dua cara untuk pencegahan kanker serviks yaitu dengan cara primer dan sekunder," kata dr Andriana Kumala Dewi, Sp.OG, dari Rumah Sakit Bethsaida, Gading Serpong, Tangerang Selatan, saat perbincang dengan detikHealth, Kamis(17/12/2015).
Baca juga: Muncul Flek di Celana, Apakah Tanda Kondisi Serius?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk pencegahan sekunder dengan cara melakukan skrining berupa pap smear. Cara ini merupakan pemeriksaan sederhana yang dapat mengenali kelainan pada leher rahim.
Apabila Anda rutin melakukannya pengecekan, akan semakin cepat mengetahui kelainan pada leher rahim sehingga dapat segera mendapatkan pengobatan. Pemeriksaan secara berkala ini disarankan untuk semua wanita yang telah melakukan hubungan seksual setidaknya setiap tiga tahun sekali.
Baca juga: Peneliti Kembangkan Plester Isi Bahan Radioaktif untuk Terapi Kanker kulit
Kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) yang memiliki sifat onkogenik (menyebabkan kanker). Jenis HPV 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70 persen kasus kanker serviks di dunia.
Penularannya biasanya melalui kontak seksual dengan laki-laki ataupun perempuan. Selain infeksi HPV ada faktor-faktor risiko lainnya yang terlibat dalam proses perkembangan kanker antara lain faktor genetika atau keturunan, status imunologi seseorang, sexual behaviour, multiple partner, dan usia yang masih sangat muda saat mulai melakukan hubungan seksual. (vit/vit)











































