"Kegemukan itu salah satu penyebab serangan jantung, jadi bukan penyebab utamanya. Seminggu yang lalu saja, ada pasien yang terkena serangan jantung padahal dia pekerja keras dan bertubuh sangat kurus namun ia memiliki pola hidup yang tidak sehat seperti perokok aktif dan mengonsumsi makan-makan yang pantangan," kata dr Raja Adil C. Siregar, MM, SpJP, dari RS Bethsaida, dari RS Bethsaida dalam talkshow di Auditorium RS Bethsaida, Gading Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (17/12/2015).
Baca juga: Si Kecil Idap Asma dan Alergi, Waspadai Risiko Penyakit Jantung
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada gejala yang cukup signifikan apabila seseorang terkena penyakit ini. Maka dari itu, perlu pemeriksaan secara rutin untuk mengetahui kondisi jantung. Caranya cukup dengan melakukan pemeriksaan calcium scoring.
"Pemeriksaan calcium scoring sangat bermanfaat untuk screening mendeteksi adanya sumbatan di pembuluh darah koroner jantung. Hal tersebut dikarenakan pemeriksaan calcium scoring langsung ke anatomi koroner," ujar dr Raja.
Baca juga: Nyeri Dada Seperti Ini Tanda Penyakit Jantung
Hasil dari pemerisaan calcium scoring sangat bermanfat untuk screening supaya mengetahui sumbatan pembuluh darah koroner. Cara itu juga jauh lebih murah daripada melakukan CT scan dan hasilnya lebih cepat keluar hanya sekitar 30 menit.
Penyakit jantung disebabkan berbagai faktor seperti merokok, kolesterol, asam urat, obesitas, dan lingkungan. Selain itu juga usia, jenis kelamin dan genetik juga dapat menjadi faktor seseorang mengalami serangan jantung.
"Jika faktor yang sudah diberikan oleh Tuhan ya sudah jalani saja. Namun, mulailah mengurangi makanan santan, berhenti merokok atau tidak mengonsumsi makanan yang berpantang agar tidak terkena serangan jantung. Dengan cara ini, kita dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung," kata dr Raja. (vit/vit)











































