Para ahli berpendapat gaya jalan mencerminkan kondisi yang dialami tubuh. Misalnya orang dengan diabetes biasanya jalan lebih lambat daripada orang kebanyakan atau langkah kaki yang pendek menandakan adanya nyeri sendi.
Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Kamis (31/12/2015), berikut arti gaya jalan seseorang dilihat dari segi kesehatan.
1. Berjalan dengan langkah pendek
|
Foto: thinkstock
|
Penelitian yang sudah dimuat di Journal Of Sexual Medicine menunjukkan otot panggul yang 'terblokir', mungkin berhubungan dengan gangguan psikoseksual yang bisa mengganggu kemampuan untuk merasakan orgasme vagina.
2. Tidak mengayunkan tangan
|
Foto: thinkstock
|
Hal ini bisa menandakan adanya otot yang terpuntir dalam waktu lama. Jika dibiarkan dapat membuat saraf terjepit ataupun radang sendi.
3. Berjalan menyeret
|
Foto: Thinkstock
|
Selain sering menyeret kaki, pasien parkinson juga biasanya memiliki keseimbangan yang buruk, dengan gaya jalan tubuh agak condong ke depan atau belakang. Akibatnya mereka rentan jatuh dan menyebabkan cedera.
4. Berjalan dengan 'menampar' tanah
|
Foto: Thinkstock
|
Diabetes tak terkontrol dapat menyebabkan jenis kerusakan saraf yang disebut neuropati motorik, yang mempengaruhi saraf yang mengirimkan sinyal ke otot-otot di kaki untuk melaksanakan gerakan.
Stroke dan penyakit motor neuron juga dapat merusak atau melemahkan otot-otot ini, seperti sciatica, yakni iritasi atau kompresi saraf siatik (yang berjalan dari punggung bawah ke kaki).
5. Jalan lambat
|
Foto: Rengga Sancaya
|
"Seseorang yang masih muda, bugar dan sehat, rata-rata akan berjalan 1,2 hingga 1,4 meter per detik. Jika Anda memiliki arthritis yang relatif ringan atau sakit dan nyeri lainnya, kecepatan berjalan akan mulai menurun. Orang yang menderita arthritis cenderung jalan kurang dari 1 meter per detik atau sangat buruk 50 cm per detik," jelas Dr Tony Redmond, ahli penyakit kaki akademik di University of Leeds.
Halaman 4 dari 6











































