Ya, sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi kentang, apalagi jika digoreng, dapat meningkatkan risiko berat badan naik berlebihan dan diabetes.
Dalam studi tersebut, diungkapkan bahwa konsumsi kentang hingga tujuh porsi per pekan meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 33 persen, jika dibandingkan dengan konsumsi kentang satu porsi per pekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Muraki, kualitas dan kuantitas rendah dari karbohidrat memicu risiko yang lebih tinggi dari diabetes tipe 2. Selain itu, ketika kentang tersaji panas, pati yang dikandungnya menjadi lebih mudah dicerna dan meningkatkan kadar glukosa darah lebih cepat.
Dalam studi ini, Muraki dan timnya melakukan pengamatan data dari tiga studi yang melibatkan sekitar 70 perawat dan 40 tenaga medis pria. Mereka yang terlibat tidak memiliki diabetes, penyakit kardiovaskular (termasuk penyakit jantung dan atau riwayat stroke), atau kanker pada awal studi.
Tim kemudian menilai berapa banyak porsi kentang dalam seminggu yang dikonsumsi menggunakan kuesioner. Setelah empat tahun, para peneliti kembali melihat data konsumsi kentang dan risiko diabetes tipe 2.
Mereka menemukan responden yang makan lebih banyak kentang, baik dalam bentuk dipanggang, direbus, dihaluskan atau digoreng, memiliki risiko yang lebih tinggi dari diabetes tipe 2.
"Konsumsi kentang secara berlebihan harus dikurangi, terutama pada mereka yang berisiko lebih tinggi terkena diabetes atau resistensi insulin. Sebaliknya, perbanyak konsumsi asupan sehat seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan, untuk pencegahan diabetes tipe 2," pesan Muraki.
Baca juga: 5 Gejala Pradiabetes yang Sering Diabaikan (ajg/up)











































