Kamis, 07 Jan 2016 19:25 WIB

Belajar dari Kasus Allya, Jangan Mudah Percaya pada Dokter Asing

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Meninggalnya Allya Siska Nadya usai menjalani terapi chiropractic menimbulkan dugaan adanya malpraktik. Meski kasus ini masih dalam penyidikan, ada pelajaran yang bisa dipetik.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr Koesmedi Priharto, SpOT, mengatakan belum ada dokter asing yang memiliki izin praktik di Indonesia. Berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) juga tidak mengubah ketentuan bahwa dokter asing harus memiliki izin praktik di Indonesia sebelum bekerja.

"Belum ada (dokter asing legal). Kemarin, Menteri Kesehatan bilang belum ada satu tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia terhadap kesehatan. Jadi kalau kamu temukan ada dokter asing praktik di sini tangkep saja pasti ilegal, kamu tinggal lapor saja ke saya," tutur dr Koesmedi kepada wartawan di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (7/1/2016).

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Purba Hutapea. Jika tujuannya ingin refleksi atau menjaga kebugaran, bisa berkunjung ke spa, griya pijat atau pijat refleksi, yang perizinan dan pengawasannya dikelola oleh Disparbud.

"Tapi kalau berobat atau tindakan medis atau terapi pesan, pesan saya agar masyarakat pergilah ke pusat fisioterapi yang resmi, itu adanya di rumah sakit. Di rumah sakit ada fisioterapi, mereka ahli dan itu sudah pasti. Jangan percaya pada orang-orang yang tidak jelas. Dari luar negeri dikira paling bagus, jangan mudah percaya," urainya.

Baca juga: Di Beberapa Kasus, Usai Terapi Chiropractic Kok Malah Makin Sakit?

Izin untuk praktik di Indonesia dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Dokter asing yang ingin praktik diuji kapabilitasnya dalam dua subjek, yakni psikologis dan kemampuan berbahasa Indonesia.

Khusus untuk dokter chiropractic, Foreign Affair Perhimpunan Chiropraksi Indonesia (Perchirindo) Daud Pranoto menjelaskan dokter yang ingin praktik chiropractic harus mendaftarkan diri ke Perchirindo. Hal ini dilakukan untuk membantu pengurusan izin praktik.

"Yang bener itu mereka harus daftar ke Perchirindo supaya kita bisa memberikan surat rekomendasi ke depkes. Nanti ke bagian Battra meski dia itu (pendaftar -red) dokter karena memang belum diakui di IDI (Ikatan Dokter Indonesia)," ungkap Daud, ditemui terpisah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam kasus Allya, dokter yang melakukan terapi berasal dari luar negeri dengan nama Randall Cafferty. Belakangan diketahui Randall ternyata tidak memiliki izin untuk praktik di Indonesia, bahkan tersandung masalah di negara asalnya, Amerika Serikat.

Para anggota dewan penguji praktisi chiropractic (Board of Chiropractic Examiners) dari Departemen Consumers Affairs, California mencabut izin praktik Randall pada 13 Maret 2013. Pencabutan itu karena adanya pengaduan dari seorang pasien.

Dalam laporan yang dipublikasikan, dewan penguji menyatakan Randall terbukti telah melakukan tindakan tidak profesional. Selain itu juga Randall disebut terbukti telah melakukan tindak kriminal. Namun apa tindak kriminal itu tak disebutkan secara jelas.

Baca juga: Tak Sembarangan, Begini Prosedur Chiropractic yang Benar

Selain itu jika ingin menjajal terapi atau pengobatan alternatif tertentu, ada baiknya mencari tahu rekam jejak si pengobat maupun metode yang digunakan. Karena tidak selamanya yang berasal dari luar negeri selalu lebih baik.

(mrs/vit)