ADVERTISEMENT

Jumat, 08 Jan 2016 16:42 WIB

Ada Kasus Allya, Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Komentari Terapi Chiropractic

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Terapi chiropractic disebut berisiko membahayakan nyawa. Risiko ini muncul jika tindakan manipulatif dilakukan berlebihan.

dr Didik Librianto, SpOT(K)-Spine, Ketua Ortopedi Spine Indonesia, Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia, mengatakan tindakan manipulatif (adjustment) yang dilakukan terapis chiropractic sangat berbahaya. Tindakan seperti tarik leher, memiringkan kepala atau organ tubuh lainnya termasuk tindakan manipulasi yang tidak boleh dilakukan dokter.

"Tata laksana manipulasinya berlebihan, luar biasa. Ilmu medis tidak membolehkan adanya manipulasi pada tubuh pasien," tutur dr Didik, dalam konferensi pers di Laguna Resto Istora, Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat (8/1/2015).

Baca juga: Mengenal Chiropractic, Terapi yang Dijalani Allya Siska Sebelum Meninggal

Dijelaskan dr Didik bahwa tindakan manipulatif tersebut bisa berakibat negatif bagi tubuh pasien. Jika dilakukan sembarangan, risikonya mulai dari lumpuh hingga meninggal dunia.

"Kalau kita tarik leher orang begitu kan bisa saja ternyata ada bantalannya yang bergeser, atau kena sarafnya. Risikonya lumpuh, stroke dan bisa menyebabkan kematian dalam waktu 24 jam," tambahnya lagi.

Oleh karena itu dr Didik berpesan agar masyarakat yang memiliki keluhan seputar tulang, terutama tulang belakang untuk lebih dahulu memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan sehingga kondisi tubuh dapat diketahui dengan pasti.

Pemeriksaan dilakukan dengan melihat apakah ada risiko infeksi dalam tubuh pasien. Setelah itu baru dicari kelainan apa yang terjadi, apakah kelainan tulang belakang, kelainan saraf, atau yang lainnya.

"Baru setelah itu dievaluasi, tindakan paling tepat dilakukan itu apa. Apakah operasi atau tindakan lain," paparnya.

Baca juga: Cerita Carizza, Salah Satu Pasien Chiropractic yang Pernah Ditangani dr Randall

Diberitakan sebelumnya, Allya Siska Nadya beberapa waktu lalu meninggal, diduga karena malpraktik yang dilakukan chiropractor asal Amerika Serikat, dr Randall Cafferty, di Chiropractic First cabang Pondok Indah Mal (PIM) 1.

Belum diketahui pasti bagaimana Randall bisa praktik di Indonesia, sebab sebuah dokumen di situs Board of Chiropractic Examiners milik pemerintah negara bagian California menyebut nama Randall dalam daftar terapi yang bermasalah dengan izin praktik. Dokumen berangka tahun 2013 tersebut menyebut Randall terkait pelanggaran 'unprofessional conduct' dan 'conviction of a crime'. (mrs/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT