Senin, 11 Jan 2016 15:01 WIB

Cegah Kehamilan dengan KB Spiral

Wanita Seperti Ini Tak Dianjurkan Pakai KB Spiral

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Semua pasangan suami istri sah-sah saja jika hendak memilih Intrautterine Device (IUD) atau KB spiral sebagai alat kontrasepsi mereka. Meskipun, ada beberapa wanita yang tak dianjurkan mengenakan KB spiral.

"Wanita dengan riwayat infeksi panggul, kelainan bentuk rahim, riwayat perdarahan lama tidak disarankan menggunakan alat kontrasepsi jenis ini," tutur dr Hari Nugroho SpOG dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Senin (11/1/2016).

Terkait penyebabnya, dokter yang praktik di RSUD Dr Soetomo Surabaya ini mengungkapkan belum jelas diketahui apa penyebab sebaiknya wanita dengan riwayat seperti itu tidak memakai IUD sebagai alat kontrasepsinya.

Baca juga: KB Spiral Berlapis Tembaga dan Hormonal, Mana yang Lebih Dianjurkan?

dr Hari mengatakan, sejatinya IUD merupakan salah satu kontrasepsi lini pertama. Dalam artian, setiap orang yang akan melakukan kontrasepsi harus mempertimbangkan untuk memakai IUD terlebih dulu. Selain harga yang relatif murah, pemakaian IUD ini dikatakan dr Hari juga low maintenance dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Lantas, bagaimana dengan anggapan bahwa IUD lebih disarankan dipakai pada wanita yang pernah hamil karena pada wanita yang belum pernah hamil disebut rentan copot?

"Saya belum pernah baca rekomendasi seperti itu sih. Tapi memang IUD bisa copot atau mengalami ekspulsi spontan. Kemungkinan lepas IUD biasa atau yang berlapis tembaga sekitar 3 sampai 10 persen pada tahun pertama," tutur dr Hari.

Sedangkan, IUD berisi hormon kemungkinan lepasanya 3 sampai 6 persen di tahun pertama. Tapi, angka tersebut berangsur-angsur menurun pada tahun-tahun berikutnya. Nah, copotnya spiral berarti alat tersebut keluar dari rahim, demikian diungkapkan pemilik akun twitter @drharinugroho ini.

Baca juga: Plus Minus Alat Kontrasepsi

(rdn/up)