Kamis, 21 Jan 2016 13:33 WIB

Bantuan Nyamuk Mutan Diturunkan untuk Lawan Virus Zika di Brazil

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sampai saat ini penyebaran virus Zika oleh nyamuk Aedes aegypti masih berkembang di Brazil. Pemerintah setempat terus berupaya untuk menekan angka penyebaran sebelum memasuki musim Carnival yang akan ramai oleh turis nasional dan internasional dua minggu ke depan.

Salah satu cara tersebut adalah dengan menggunakan bantuan nyamuk-nyamuk Aedes aegypti yang sudah direkayasa secara genetik. Dikembangkan oleh perusahaan biologi sintesis Oxitec, nyamuk mutan berlabel OX513A ini dirancang untuk menghasilkan keturunan yang akan mati sendiri sebelum dewasa.

Di kota Piracicaba, Brazil, sebanyak 25 juta nyamuk OX513A telah dilepaskan April-November 2015 lalu dan laporan terkini menunjukkan jumlah larva liar yang ditemukan berkurang hingga 82 persen. Rencananya hal yang sama juga akan dilakukan pada kota-kota lainnya.

Baca juga: Setelah Ebola, Dua Penyakit Tropis Ini Simpan Potensi Bahaya Baru

"Ini adalah cara paling ampuh dan serbaguna untuk menurunkan jumlah infestasi secara drastis, dan ini jadi strategi pencegahan inti Brazil sekarang," kata Direktur Pengembangan Bisnis Oxitec, Glen Slade, seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (21/1/2015).

Virus Zika sendiri menjadi perhatian setelah meningkatnya kasus kecacatan otak kecil (mikrosefalus) pada anak-anak yang baru lahir. Petugas kesehatan di Brazil curiga virus Zika yang menginfeksi ibu hamil bertanggung jawab menjadi penyebabnya.

Infeksi oleh virus Zika menimbulkan gejala demam dan munculnya ruam kulit. Sampai sekarang belum diketahui obat atau vaksin yang bisa digunakan untuk menangkalnya.

Baca juga: Perlukah Nyamuk Dihabisi? (fds/up)