Salah satu upaya efektif untuk menekan angka penyakit ini adalah dengan mencegahnya. Oleh karena itu seseorang harus tahu bagaimana diabetes bisa berkembang dari tahap awal yang ringan sampai bisa muncul komplikasi.
Pradiabetes adalah sebutan untuk kondisi yang gejalanya mengarah ke diabetes tapi belum cukup parah sehingga kondisinya bisa diobati. Namun sayang tak semua orang menyadari hal ini dan biasanya penyakit baru ketahuan setelah sudah berkembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, hanya sekitar 10 persen populasi mengetahui dirinya memiliki pradiabetes. Padahal bila tak ditangani maka dalam lima tahun prediabetes akan berubah menjadi diabetes tipe 2.
"Saya pikir satu hal yang mengerikan dari kondisi ini adalah semua orang bisa kena. Satu dari tiga orang bisa kakak atau adik, teman, atau pasangan Anda," ujar Lisa Sherman dari Ad Council yang tengah berjuang meningkatkan kesadaran pradiabetes seperti dikutip dari livescience pada Jumat (22/1/2016).
Untuk mengetahui apakah seseorang terkena pradiabetes bisa dengan melakukan cek darah. Bila hasil tes menunjukkan nilai AIC berkisar 5,7%-6,4%, atau gula darah puasa 100-125 miligram, atau gula darah sewaktu 140-199 miligram maka orang tersebut positif pradiabetes.
CDC mengatakan pradiabetes dapat diatasi lewat cara kurangi bobot tubuh, jaga pola makan dan olahraga yang teratur.
Baca juga: 8 Mitos dan Fakta tentang Diabetes yang Perlu Diketahui (2) (fds/vit)










































