"Kasus baru MERS-CoV merupakan pengingat adanya risiko berkelanjutan dari risiko importasi penyakit dari negara yang masih ada kasus MERS-CoV," kata Dr Poonam Khetrapal Singh, Director WHO Regional Asia Tenggara (SEARO), dalam rilisnya, Minggu (24/1/2016).
Kasus kedua MERS-CoV di Thailand terkonfirmasi hari ini, pada seorang pria 71 tahun asal Oman. Pria tersebut tiba di Bangkok pada 22 Januari 2016 dan terkonfirmasi positif dalam pemeriksaan laboratorium di Bumrungrad dan Chulalongkorn, Thailand.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Juni: MERS Sampai ke Korea Selatan, Indonesia Ikut Siaga
WHO menyebut, ini adalah kasus kedua MERS-CoV di Thailand dan wilayah Asia Tengara. Sebelumnya, pada 18 Juni 2015 seorang warga Oman juga tiba di Bangkok untuk pemeriksaan dan terkonfirmasi positif mengidap penyakit yang juga sering disebut flu unta tersebut.
Infeksi MERS-CoV disebabkan oleh virus corona, ditandai dengan gejala demam, batuk dan sesak napas. Sering disertai pneumonia atau radang paru-paru, tetapi tidak selalu. Keluhan di saluran pencernaan seperti diare juga pernah dilaporkan.
Baca juga: Antisipasi MERS, Ini Anjuran Bagi WNI Sepulang dari Korsel dan Arab
(up/vit)











































