Kasus MERS di Thailand, 32 Orang Dikarantina

Kasus MERS di Thailand, 32 Orang Dikarantina

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 26 Jan 2016 09:09 WIB
Kasus MERS di Thailand, 32 Orang Dikarantina
Foto: Gagah Wijoseno
Jakarta - Munculnya kasus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) untuk kedua kalinya di Thailand membuat pemerintah setempat makin waspada. Dinas kesehatan mengatakan ada 32 orang yang dikarantina untuk mencegah penularan virus.

"Kami masih melakukan investigasi yang mendalam untuk mengetahui siapa saja yang sudah melakukan kontak dengan pasien," tutur Amnuay Gajeena, Direktur Jenderal Thailand's Disease Control Department, dikutip dari Reuters, Selasa (26/1/2016).

Kasus kedua MERS-CoV di Thailand terkonfirmasi pada hari Minggu (24/1), pada seorang pria 71 tahun asal Oman. Pria tersebut tiba di Bangkok pada 22 Januari 2016 dan terkonfirmasi positif dalam pemeriksaan laboratorium di Bumrungrad dan Chulalongkorn, Thailand.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Kasus Kedua MERS-CoV Terkonfirmasi di Thailand

Anak pria tersebut beserta sopir taksi, pegawai hotel dan seluruh penumpang pesawat merupakan orang yang dikarantina. Karantina akan dilakukan selama dua minggu, sembari menunggu hasil pemeriksaan.

Menteri Pariwisata Thailand, Kobkarn Wattanavrangkul, mengatakan adanya MERS tidak akan memengaruhi sektor pariwisata. Ia menganggap respons yang dilakukan pemerintah sudah cukup baik dan tidak akan menimbulkan kepanikan.

"Situasi ini masih terkontrol. Kami percaya kasus ini tidak akan memengaruhi sektor pariwisata," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, ini adalah kasus kedua MERS-CoV di Thailand dan wilayah Asia Tengara. Sebelumnya, pada 18 Juni 2015 seorang warga Oman juga tiba di Bangkok untuk pemeriksaan dan terkonfirmasi positif mengidap penyakit yang juga sering disebut flu unta tersebut.

Infeksi MERS-CoV disebabkan oleh virus corona, ditandai dengan gejala demam, batuk dan sesak napas. Sering disertai pneumonia atau radang paru-paru, tetapi tidak selalu. Keluhan di saluran pencernaan seperti diare juga pernah dilaporkan.

Baca juga: Afrika Barat dan Asia Tenggara Rentan Tertular Virus dari Kelelawar (mrs/vit)

Berita Terkait