Selasa, 26 Jan 2016 09:37 WIB

Ketika Perahu, Kereta, dan Pesawat Disulap Jadi RS Berjalan

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Meski tak sepadat di daerah kota, tak bisa dipungkiri bahwa ada jutaan orang yang tinggal di daerah terpencil dan membutuhkan layanan kesehatan. Namun karena akses yang sulit, seringkali mereka terabaikan dan kondisi kesehatannya pun buruk.

Masalah tak meratanya layanan kesehatan ini terjadi di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu tiap daerah dengan karakteristiknya masing-masing berupaya untuk mengatasi masalah dengan caran uniknya sendiri.

Misalnya saja Bangladesh dengan sekitar 700 sungai yang mengalir di dalamnya. Seringkali di sepanjang daerah aliran sungai tak dimungkinkan untuk mendirikan sebuah fasilitas kesehatan sehingga perahu akhirnya didayagunakan.

Perahu dengan ukuran sedang sampai besar disulap menjadi rumah sakit berjalan lengkap dengan peralatan untuk melakukan operasi sederhana seperti untuk mata dan gigi.


Baca juga: Wus! Mobil Sport Disulap Jadi Ambulans Agar Melaju Lebih Cepat

"Sungai-sungai ini mengalir ke daerah yang paling terpencil, paling miskin, yang tak ada akses jalannya. Sungai adalah alat terbaik di mana kami bisa membawa pelayanan untuk orang-orang, makanya namanya perahu rumah sakit," ujar Direktur Eksekutif lembaga amal Friendship Runa Kahn selaku salah satu penyedia perahu RS.

Sementara itu di India cara yang sama juga digunakan. Masyarakat yang ditargetkan adalah mereka yang miskin terpencil di sepanjang 75 ribu kilometer jalur kereta api.


Pemerintah dan lembaga amal setempat mengubah gerbong kereta menjadi ruang-ruang seperti di RS dengan laboratorium dan ruang rontgen. Operasi seperti bibir sumbing, bedah hidung dan tenggorokkan bisa dilakukan oleh para petugas medis di atas kereta yang telah beroperasi selama 25 tahun ini.

Namun demikian tentu tak semua negara dilengkapi dengan infrastruktur yang lengkap bahkan untuk sarana transportasi seperti perahu atau kereta. Oleh karena itu sebuah lembaga amal internasional Orbis memilih membawa layanan kesehatan di atas pesawat.

Orbis yang bergerak di bidang kesehatan mata memodifikasi ruang pesawat terbang sehingga bisa dilakukan operasi mata di berbagai tempat terpencil di banyak negara. Dokter dari Orbis yang berada dalam pesawat selain mengoperasi juga memberikan pelatihan ilmu mata kepada dokter-dokter lokal.

"Pesawat ini sudah menolong memberikan pelatihan di berbagai area oftalmologi. Mulai dari katarak, glaukoma, oculoplastik, sampai pelayanan servis laser di 92 negara," tutup Allan Thompson dari Orbis dikutip dari BBC, Selasa (26/1/2016).


Baca juga: RS Swedia Buka Klinik Darurat Korban Pemerkosaan untuk Laki-laki (fds/vit)
News Feed