dr Muhammad Rhadian Arief, SpBS dari RS Medistra mengatakan kesemutan menjadi tanda adanya proses sensoris yang tidak normal pada ujung saraf. Penyebabnya yakni kerusakan di sel saraf yang dipicu adanya tekanan atau jepitan serta kurangnya makanan atau energi yang dialirkan oleh darah ke ujung-ujung saraf.
"Kerusakan langsung berupa tekanan atau jepitan. Misalnya saja kita duduk sila dalam waktu lama, satu kaki akan menekan kaki yang satunya. Nah, tekanan itu membuat sinyal yang dikirimkan ke ujung saraf terganggu," kata pria yang akrab disapa dr Andra saat berbincang dengan detikHealth, Selasa (2/2/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Andra mengibaratkan saraf seperti jalan tol. Sehingga, ketika ada tekanan atau jepitan di salah satu bagian tubuh, proses penyampaian sinyal bisa terganggu sehingga sinyal yang dikirim ke ujung saraf salah dan akhirnya muncul proses sensorik yang abnormal.
Penyebab lainnya yakni kerusakan akibat kekurangan asupan yang dikirim oleh aliran darah. dr Andra mengatakan, asupan oksigen dan energi disalurkan ke seluruh bagian tubuh melalui aliran darah. Ketika darah tersumbat atau mengalir dengan lambat, pasokan energi ke sel saraf tepi berkurang sehingga menghasilkan sinyal yang abnormal dan menyebabkan kesemutan.
Lantas, bagaimana cara tepat menghilangkan kesemutan? "Kembalikan aliran darah ke sebagaimana mestinya dengan langsung mengubah posisi sehingga tidak ada lagi tekanan di daerah-daerah tersebut," kata dr Andra yang juga berpraktik di RS Pelni Jakarta ini.
Pada beberapa orang, ada yang memijat-mijat area yang kesemutan untuk meredakan kesemutan. Menurut dr Andra, memijat memang bisa merangsang otot berkontraksi dan secara periodik, karena otot juga berfungsi memompa pembuluh darah, otomatis aliran darah ke saraf tepi pun semakin cepat.
"Merendam bagian yang kesemutan dengan air hangat juga bisa karena prinsipnya suhu yang hangat bisa mengembangkan pembuluh darah sehingga aliran darah lebih lancar," terang dr Andra.
Baca juga: Kenali Gejala-gejala Kerusakan Saraf Tepi
(rdn/vit)











































