Jakarta -
Sakit perut adalah keluhan umum yang bisa berarti apa saja. Mulai dari tukak lambung hingga nyeri menstruasi, sakit perut adalah istilah paling mudah untuk menggambarkan penderitaan yang dirasakan.
Kenyataannya, sakit perut bisa disebabkan oleh berbagai macam gangguan kesehatan. Lain penyebab, lain pula jenis sakit perutnya. Ada yang muncul di perut bagian atas, perut bawah, atau kadang-kadang muncul di bagian samping.
Dirangkum dari Mirror, Selasa (2/2/2016), berikut ini 5 jenis sakit perut paling sering dirasakan:
1. Batu empedu
Foto: thinkstock
|
Sakit perut seperti ditinju di bagian kanan atas bisa menandakan batu empedu. Biasanya disertai urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat, dan demam serta jaundice atau warna kekuningan di permukaan kulit. Nyeri perut bisa memburuk saat mengonsumsi diet tinggi lemak.Saran: Segera periksa ke dokter.
2. Tukak lambung
Foto: ts
|
Tukak lambung sering disangka batu empedu, dan sebaliknya batu empedu sering disangka tukak lambung. Pada tukak lambung, nyeri terjadi akibat tukak atau luka pada dinding lambung. Intensitas nyeri bervariasi, dari parah hingga ringan dan kadang merambat hingga ke punggung. Biasanya memburuk sehabis makan.Saran: Jika disertai muntah darah, segera periksa ke dokter.
3. Infeksi ginjal
Foto: Thinkstock
|
Sakit perut yang diawali dengan nyeri saat buang air kecil bisa mengindikasikan infeksi ginjal. Penyebabnya antara lain infeksi yang menjalar dari kandung kemih menuju ginjal. Biasanya disertai demam, mual dan muntah.Saran: Hubungi dokter untuk mendapatkan antibiotik yang tepat.
4. Radang usus buntu
Foto: thinkstock
|
Nyeri di bagian kanan bawah perut bisa mengindikasikan radang usus buntu, biasanya karena infeksi. Kadang-kadang disertai dengan demam, mual dan muntah. Jika tidak tertangani, bisa memicu abses atau luka di organ tersebut.Saran: Segera periksa, dokter akan menentukan perlu atau tidaknya operasi pengangkatan usus buntu.
5. Refluks
Foto: Getty Images
|
Asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa juga memicu nyeri di sekitar perut, meski umumnya lebih terasa di bagian dada. Penyebabnya beragam, mulai dari kegemukan hingga kebiasaan merokok. Makan terlalu banyak dan berdekatan jaraknya juga bisa memicu naiknya asam lambung alias refluks.Saran: Identifikasi penyebab sesungguhnya, lalu atasi berdasarkan penyebabnya.
Sakit perut seperti ditinju di bagian kanan atas bisa menandakan batu empedu. Biasanya disertai urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat, dan demam serta jaundice atau warna kekuningan di permukaan kulit. Nyeri perut bisa memburuk saat mengonsumsi diet tinggi lemak.
Saran: Segera periksa ke dokter.
Tukak lambung sering disangka batu empedu, dan sebaliknya batu empedu sering disangka tukak lambung. Pada tukak lambung, nyeri terjadi akibat tukak atau luka pada dinding lambung. Intensitas nyeri bervariasi, dari parah hingga ringan dan kadang merambat hingga ke punggung. Biasanya memburuk sehabis makan.
Saran: Jika disertai muntah darah, segera periksa ke dokter.
Sakit perut yang diawali dengan nyeri saat buang air kecil bisa mengindikasikan infeksi ginjal. Penyebabnya antara lain infeksi yang menjalar dari kandung kemih menuju ginjal. Biasanya disertai demam, mual dan muntah.
Saran: Hubungi dokter untuk mendapatkan antibiotik yang tepat.
Nyeri di bagian kanan bawah perut bisa mengindikasikan radang usus buntu, biasanya karena infeksi. Kadang-kadang disertai dengan demam, mual dan muntah. Jika tidak tertangani, bisa memicu abses atau luka di organ tersebut.
Saran: Segera periksa, dokter akan menentukan perlu atau tidaknya operasi pengangkatan usus buntu.
Asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa juga memicu nyeri di sekitar perut, meski umumnya lebih terasa di bagian dada. Penyebabnya beragam, mulai dari kegemukan hingga kebiasaan merokok. Makan terlalu banyak dan berdekatan jaraknya juga bisa memicu naiknya asam lambung alias refluks.
Saran: Identifikasi penyebab sesungguhnya, lalu atasi berdasarkan penyebabnya.
(up/vit)