Sekelompok ilmuwan tengah menyelidiki alaergi langka yang diduga berhubungan dengan mutasi genetik. Vibratory urtikaria, demikian alergi tersebut dinamakan, menyebabkan ruam di kulit dengan mekanisme yang sama seperti jenis alergi lainnya.
"Menginvestigasi gangguan langka seperti vibration urticaria bisa mengungkap hal penting tentang bagaimana sistem imun berfungsi dan bagaimana reaksinya terhadap pemicu tertentu," kata Dr Anthony Fauci, direktur Narional Ainstitute of Alergy and Infectious Diseases, dikutip dari Dailymail, Senin (8/2/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penelitian ini, para ilmuwan mengamati 3 keluarga. Pada ketiga keluarga tersebut, gejala alergi terhadap getaran dan guncangan dialami oleh lintas generasi.
Hasil pengamatan menunjukkan adanya mutasi gen ADGRE 2 pada anggita keluarga yang mengalami alergi tersebut. Mutasi serupa tidak ditemukan pada orang-orang yang tidak mempunyai riwayat vibration urticaria.
"Penelitian ini menandai, sejauh kami tahu, sebagai yang pertama mengidentifikasi basus genetik pada gatal-gatal yang dimediasi mast-cell, yang dipicu oleh rangsang mekanis," kata Dean Metcalfe, ilmuwan dari Laborartory of Allergic Diseases yang terlibat dalam penelitian ini.
Baca juga: Wanita yang Alergi Olahraga, Berkeringat Sedikit Wajah Langsung Bengkak (up/vit)











































