Jumat, 12 Feb 2016 20:06 WIB

Berat Badan Naik Terlalu Drastis Saat Hamil? Awas Kena Preeklampsia

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Saat konsultasi ke dokter kandungan, biasanya ibu akan diminta untuk menimbang berat badan terlebih dahulu. Meskipun terkesan 'biasa', hal ini sebenarnya membantu dokter mencatat perubahan tak biasa pada tubuh ibu, salah satunya yang berisiko hipertensi.

Seperti disampaikan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Harapan Kita, dr Arieska Ann Soenarta, SpJP(K), FIHA, bahwa kenaikan berat badan yang berlebihan memang biasanya menjadi perhatian dokter kandungan. Sebab jika terjadi perubahan yang terlalu drastis, risiko ibu mengalami hipertensi kehamilan atau preeklamsia bisa meningkat.

"Saat hamil itu penting rutin menimbang berat badan, rekan-rekan dokter kandungan biasa mengamati kenaikan berat badan ibu. Jika berat badan ibu naik drastis, bisa jadi karena faktor tekanan darah tinggi," tutur dr Ann dalam temu media 10th Scientific Meeting of Indonesian Society of Hypertension di Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Baca juga: Begini Alurnya Hipertensi Merusak Jantung dan Sebabkan Kematian

Pendapat serupa juga disampaikan oleh dr Tunggul D. Situmorang, SpPD-KGH. Menurutnya, hipertensi pada kehamilan sama sekali tidak bisa dianggap main-main.

"Preeklampsia itu umumnya tekanan darah naik, berat badan naik berlebih, lalu ada kebocoran protein di urinenya. Ini harus special care dan dokter kandungan biasanya akan mengawasi hal ini. Obat-obat yang diresepkan juga sebaiknya diminum sesuai aturan dokter," pesan dokter yang praktik di RS Siloam Semanggi ini.

Jika tidak diobati, preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi serius, bagi si ibu maupun calon bayi. Kondisi ini bahkan bisa berakibat fatal dan menyebabkan kematian, (peningkatan tekanan darah), serta serangkaian persalinan masalah. Lantas berapa peningkatan bobot wanita hamil yang normal?

"Tergantung dari Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh. Pada orang normal dengan BMI 18,5-24,9 kenaikannya 11,5 hingga 16 kg selama hamil," kata dr Hari Nugroho, SpOG, dari departemen Obstetri dan Ginekologi RSUD dr Soetomo Surabaya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Baca juga: Si Kecil Idap Asma dan Alergi, Waspadai Risiko Penyakit Jantung (ajg/up)