"Pada pekan pertama hingga ketiga tahun ini, jumlah kasus DBD hanya delapan. Peningkatan kasus mulai terjadi di pekan keempat," kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Efy S Pertiwi, seperti dikutip pada Rabu (24/2/2016).
"Pada pekan ketujuh telah terjadi 46 kasus, satu di antaranya meninggal dunia. Dari 46 kasus, 39 kasus diderita oleh anak-anak. Termasuk penderita yang meninggal adalah penderita anak-anak dari Kelurahan Mojosongo," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Sama-sama Ditularkan Nyamuk, Ini Bedanya DBD dan Chikungunya
"Tahun lalu, jumlahnya mencapai 57 kasus dengan nol kasus meninggal dunia. Tren angka kasus DBD masih terus naik dan diperkirakan puncaknya terjadi pada Mei mendatang," tambah Efy.
"Kami meminta seluruh warga mewaspadainya. Kami juga telah melayangkan surat edaran kepada seluruh kelurahan untuk meningkatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungannya masing-masing," lanjut Efi," pungkas Efy.
Baca juga: Waspadai Jam Operasional Nyamuk DBD Biar Tak Digigit
(mbr/up)











































