Arab Saudi Bersiap Gelar Lomba Penurunan Berat Badan

Arab Saudi Bersiap Gelar Lomba Penurunan Berat Badan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 24 Feb 2016 10:30 WIB
Arab Saudi Bersiap Gelar Lomba Penurunan Berat Badan
Foto: Thinkstock
Riyadh - Obesitas bukan lagi persoalan negara kaya seperti Amerika Serikat. Di sejumlah negara berkembang di Amerika Selatan seperti Brazil, jumlah penduduk dengan obesitas juga tinggi. Namun ada satu negara yang cukup luput dari perhatian publik tetapi ternyata menyimpan persoalan luar biasa dalam hal obesitas.

Adalah Arab Saudi. Negara yang didominasi warga Muslim ini ternyata juga memiliki banyak penduduk yang kelebihan berat badan. Sampai-sampai baru-baru ini kerajaan Arab Saudi berencana menggelar lomba diet atau penurunan berat badan dengan iming-iming hadiah.

Kompetisi ini hanyalah bagian dari program berskala nasional yang bertajuk 'Obesity: The Silent Ghost'. Tiap peserta, yang tentu saja terdiri atas orang-orang dengan berat badan berlebih, akan didorong untuk menurunkan bobotnya, baik dengan pemberian dukungan secara langsung, insentif hingga penanganan medis yang dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, kompetisi ini boleh diikuti oleh penduduk Arab Saudi sendiri dan juga ekspatriat.

Baca juga: Di Daerah Ini, yang Berhasil Turunkan Bobot Dapat Hadiah Batu Bara

"Pertama-tama kami akan menawarkan sejumlah hadiah lewat sebuah program di televisi untuk mendorong agar orang-orang mau mendaftar," ungkap pelaksana program, Pangeran Abdul Rahman Bin Faisal seperti dilaporkan surat kabar Saudi Gazette, dan dikutip dari BBC, Rabu (24/2/2016).

Setelah terkumpul 1.000 partisipan, mereka akan dibagi menjadi kelompok-kelompok, dengan satu kelompok berisi 20 orang. Kemudian masing-masing kelompok diminta mendatangi 50 rumah sakit dan klinik yang tersebar di penjuru negeri untuk mulai menjalani program penurunan berat badan.

Dari situ pula panitia akan mulai memantau setiap partisipan. Barangsiapa yang bisa menurunkan bobot terbanyak dalam kurun enam bulan, maka dialah yang berhak memenangkan hadiah utama.

Tak lupa, rumah sakit atau klinik yang memberikan asistensi terbaik kepada partisipan juga akan diganjar hadiah. Akan tetapi tidak dijelaskan kapan kompetisi ini akan dimulai dan jenis hadiah yang diberikan, apakah dalam bentuk uang atau barang.

Dalam sebuah laporan yang ditulis Arab News, hampir seluruh rumah sakit di Arab Saudi mencatat adanya peningkatan kasus obesitas dalam kurun lebih dari satu dekade terakhir. Bahkan King Fahd General Hospital di ibukota Riyadh sudah memiliki 1.500 pasien yang masuk ke dalam daftar tunggu untuk operasi penurunan berat badan atau bariatrik.

Riset yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga mengungkap masalah obesitas di Arab Saudi makin lama makin memburuk, di mana negara ini berada pada peringkat ke-14 secara global dengan jumlah penduduk yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas mencapai 71 persen.

Baca juga: Mulai Emas Sampai Rekening, Dubai Berikan Hadiah untuk Warga yang Sehat

Di tahun 2013 dikabarkan ada seorang balita asal Arab Saudi yang baru berumur dua tahun namun harus menjalani prosedur bariatrik karena kelebihan berat badan. Saat itu bobotnya mencapai 33,1 kg. Hal ini akhirnya terungkap kepada publik setelah si bocah dibawa berobat ke dokter karena mengalami sleep apnea dan kakinya bengkok akibat menopang tubuhnya yang bongsor.

Si bocah yang hanya diketahui berjenis kelamin laki-laki itu akhirnya tercatat sebagai pasien operasi bariatrik termuda di dunia. (lll/up)

Berita Terkait