Sabtu, 27 Feb 2016 08:26 WIB

Efek 'Berbagi' Sikat Gigi dengan Orang Lain bagi Kesehatan Gigi

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Saat seseorang tidak membawa sikat gigi, tidak menutup kemungkinan ada tawaran untuk 'berbagi' sikat gigi, misalnya saja dengan teman atau anggota keluarga. Ketika hal itu dilakukan, apa dampaknya bagi kesehatan gigi dan mulut?

Studi kasus yang diterbitkan di Nursing Study and Practice, menemukan bahwa sikat gigi sering mengandung bakteri dan virus penyebab penyakit seperti E.coli, Staphylococcus, dan Pseudomonas. Jika si pemilik sikat gigi memiliki penyakit periodontal atau herpes, bukan tak mungkin Anda akan tertular ketika menggunakan sikat gigi secara bergantian.

"Bahkan jika gusi Anda berdarah dan bakteri masuk ke aliran darah, Anda bisa tertular penyakit misalnya saja hepatitis. Prinsipnya, apapun bakteri di mulut orang itu, bisa berpindah ke mulut Anda atau sebaliknya, ketika Anda dan dia berbagi sikat gigi," tutur Marco Coppola, DO, kepala medis dan wakil presiden medical affair di Family ER+Urgent Care, Irving.

Virus yang bersarang di bulu sikat juga bukan tak mungkin akan membuat Anda terserang flu atau sakit tenggorokan. Apalagi, lanjut Coppola, virus bisa bertahan beberapa hari di plastik atau logam. Ia mengatakan, ketika Anda terpaksa 'berbagi' sikat gigi dengan orang lain, kemungkinan besar Anda tidak akan mengalami sesuatu yang lebih serius ketimbang pilek.

"Kenyataannya, orang yang hidup bersama-sama pun akan menyebarkan bakteri. Berciuman, berbagi makanan dan minuman, bahkan saling berpegangan tangan saja bisa menyebarkan bakteri," kata dokter gigi di Thousand Oaks, California, Justin Sycamore, DDS, dikutip dari Prevention, Sabtu (27/2/2016).

Baca juga: Masih Bau Mulut Padahal Sudah Gosok Gigi? Bisa Jadi Ini Sebabnya

Namun, menurut Sycamore, berbagi sikat gigi bisa sedikit lebih berbahaya daripada 'berbagi' hal lain yang dilakukan oleh sesama anggota keluarga atau pasangan suami istri. Jika Anda tidak sengaja menggunakan sikat gigi milik orang lain, misalnya tertukar, Sycamore menyarankan untuk memakai mouthwash.

Dengan 'membilas' mulut sesaat setelah kontak dengan sikat gigi tersebut, menurut Sycamore setidaknya Anda bisa meminimalkan atau bahkan menghilangkan paparan bakteri dan virus dari bulu sikat gigi. Tapi, jauh lebih baik jika Anda teliti agar tidak tertukar menggunakan sikat gigi dan selalu membawa sikat gigi sendiri tiap bepergian.

Ia mengingatkan jangan lupa untuk mengganti sikat gigi tiap tiga sampai empat bulan sekali dan jika Anda baru sembuh dari sakit, ada baiknya mengganti sikat gigi untuk menghindari kontaminasi virus atau bakteri yang ada.

Baca juga: Lebih Dari Jangka Waktu Ini, Sikat Gigi Harusnya Sudah Dibuang

(rdn/up)
News Feed