"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kesejahteraan dan faktor kesehatan lainnya. Sekarang, kita dapat memprediksi kemungkinan Anda berakhir di rumah sakit," kata Peneliti,Yannick Stephan, dari Universitas Montpellier di Perancis, dikutip dari Health, Sabtu (27/2/2016).
Dalam penelitian ini tidak mencari hubungan sebab dan akibat yang akan dirasakan. Namun, didesain untuk menemukan hubungan antara berapa lama orang akan merasa (usia subjektif) dan risiko kesehatan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peserta juga harus melaporkan masalah kesehatan mereka seperti diabetes, penyakit paru-paru, stroke atau osteoporosis. Kemudian, para peneliti akan menindaklanjuti data yang diberikan oleh peserta berdasarkan usia, jenis kelamin, ras, pendidikan, atau faktor-faktor lain.
Baca juga: 5 Rahasia agar Tetap Sehat dan Panjang Umur
Hasilnya, mereka menemukan bahwa orang yang mengatakan mereka merasa lebih tua dari usia mereka akan meningkatkan risiko dirawat di rumah sakit sekitar 10-25 persen dalam dua hingga sepuluh tahun setelah penelitian dilakukan.
"Individu dengan dengan usia subjektif yang merasa labih tua cenderung kurang aktif dan mengalami penurunanan pada masalah kognitif (jiwa),"kata Antonio Terracciano, salah satu rekan peneliti dari Florida State University.
Menurut Stephan, penelitian ini dapat menjadi alat yang berharga untuk membantu untuk mengidentifikasi individu yang berisiko rawat inap di masa depan.
"Orang-orang yang merasa lebih tua dapat mengambil manfaat dari perawatan standar kesehatan seperti kegiatan dan latihan fisik yang dapat mengurangi risiko depresi dan penyakit kronis yang membuat mereka berisiko rawat inap di rumah sakit," tutup Stephan.
Baca juga: Karena Kecanduan Game, Remaja Ini Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa Grogol
(up/up)











































